
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak UNIFIL Investigasi Penuh

Baca Juga : TNI AU Belum Libatkan Pihak Luar Untuk Investigasi Pesawat Jatuh Dua prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Level I UNIFIL. Sementara satu prajurit dengan luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Sugiono mengaku telah meminta KBRI Beirut untuk memonitor kondisi prajurit dan mengurus proses pemulasaran jenazah Praka Farizal. Rencana pada Senin pagi waktu New York, kepala perwakilan Indonesia di PBB akan bertemu dengan Under-Secretary-Generals UN untuk membicarakan pemulasaran jenazah. "Kami menugaskan kepada kedutaan besar kita yang ada di Beirut untuk terus memonitor prajurit-prajurit kita dan menyiapkan langkah-langkah pemulasaran jenazahnya," ujarnya. Menlu juga meminta UNIFIL melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait insiden tersebut. Indonesia mendesak investigasi yang menyeluruh dan transparan atas serangan yang menewaskan personel Indonesia. "Kemudian meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini," katanya. Mabes TNI menyatakan masih belum bisa menjelaskan secara rinci penyebab dan motif penyerangan. Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Indonesia kembali menegaskan kecamannya atas serangan Israel ke wilayah Lebanon Selatan serta menyerukan semua pihak menghormati kedaulatan Lebanon dan mengakhiri serangan terhadap warga sipil. Serangan apapun terhadap pasukan perdamaian tidak dapat diterima dan merongrong upaya bersama menjaga perdamaian dan stabilitas. Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026. Konflik meluas ke Lebanon setelah Hizbullah melancarkan serangan ke sejumlah target militer di Israel, dan serangan balasan Israel dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 warga Lebanon. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Menteri Mukhtarudin Harus Tegas, Singkirkan Calon Atase Rekanan Mafia!
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



