VOICE Indonesia
Internasional

Proyek Energi Terbarukan Indonesia-Swiss Terkendala Peralatan dan Pendanaan

Sintia N.A - VOICEIndonesia.co
Proyek Energi Terbarukan Indonesia-Swiss Terkendala Peralatan dan Pendanaan
Proyek Energi Terbarukan Indonesia-Swiss Terkendala Peralatan dan Pendanaan
VOICEINDONESIA.CO, Jenewa - Proyek pengembangan keterampilan energi terbarukan antara Indonesia dan Swiss atau Renewable Energy Skills Development (RESD), menghadapi tantangan serius terkait ketersediaan peralatan pelatihan dan pendanaan keberlanjutan. Hal ini terungkap dalam pertemuan bilateral antara delegasi kedua negara di sela Konferensi Perburuhan Internasional ke-113 yang berlangsung di Gedung PBB, Jenewa, beberapa waktu lalu. Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menjelaskan bahwa proyek yang telah berjalan sejak 2020 ini bertujuan untuk mencetak tenaga kerja terampil di sektor energi surya, hidro, dan hybrid. Proyek yang dilaksanakan di sejumlah Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), seperti Aceh, Ambon, Lombok Timur, dan Ternate ini menghadapi hambatan dalam kelanjutan program. "Kami ingin memastikan bahwa kerja sama ini dapat memberi dampak dan afirmasi langsung, khususnya bagi penyandang disabilitas yang kerap menghadapi hambatan dalam dunia kerja, sekaligus bertujuan pada akses yang inklusif pada kemandirian ekonomi," kata Menaker Yassierli di Jenewa, Rabu (11/6/2025). Baca Juga: Indonesia Tertarik Sistem Magang Ala Swiss Yassierli menjelaskan bahwa program RESD merupakan bagian penting dari upaya Indonesia mencapai target pengurangan emisi karbon. Indonesia berharap Pemerintah Swiss terus mendukung dalam kelanjutan fase kedua program ini, sehingga nilai manfaatnya tidak terputus bagi masyarakat lokal. Kerja sama ini, lanjutnya, menjadi salah satu bentuk komitmen dari kedua negara dalam pengembangan keterampilan tenaga kerja di sektor energi terbarukan. Baca Juga: Prabowo Ingatkan Keseimbangan Lembaga Tinggi Negara Dalam pertemuan yang dipimpin delegasi teknis Indonesia, Menaker mengungkapkan tiga fokus utama kerja sama bilateral. Ketiga fokus tersebut meliputi peningkatan akses kerja bagi penyandang disabilitas, penguatan program pemagangan nasional untuk generasi muda, dan pengembangan keterampilan tenaga kerja di sektor energi terbarukan. Sebagai tindak lanjut pertemuan bilateral ini, kedua negara direncanakan akan menyelenggarakan Labour Tripartite Dialogue ke-5 pada 21–24 Oktober 2025 di Bern, Swiss. Forum ini akan membahas Roadmap Kerja Sama 2025–2026 serta menyusun rencana aksi yang konkret dan terukur.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#kendala peralatan dan pendanaan#Proyek energi
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.