
Putin Bersedia Jadi Penengah Konflik Timur Tengah

Baca Juga : Prancis Dorong Operasi Damai Buka Kembali di Selat Hormuz Perang ini bermula sejak 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar ke Iran yang menewaskan sedikitnya 1.340 orang termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Putin sebelumnya juga memperingatkan dampak ekonomi perang ini bisa menyamai kehancuran yang ditimbulkan pandemi COVID-19 enam tahun lalu. Konflik Timur Tengah disebutnya telah merusak logistik internasional, rantai pasokan global, dan memberi tekanan luar biasa pada sektor energi, logam, dan pupuk dunia. "Konsekuensi dari konflik di Timur Tengah masih sulit diprediksi secara akurat. Sudah ada perkiraan bahwa konsekuensinya dapat dibandingkan dengan epidemi virus korona," ucap Putin saat berbicara kepada para pemimpin bisnis di Moskow. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



