
Putra Khamenei Ancam Balas Dendam, Trump dan Macron Masuk Daftar Target Iran

VOICEINDONESIA.CO, Teheran – Putra Khamenei sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei, sudah bersumpah membalas dendam atas kematian ayahnya dalam pesan pertamanya sejak prosesi pemakaman berlangsung pekan ini.
"Pembalasan dendam adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," kata Mojtaba.
Ia melontarkan ancaman keras kepada para tokoh yang namanya masuk dalam daftar tersebut.
"Para penjahat ini, yang namanya tercantum dalam daftar, akan membawa keinginan untuk mati dengan tenang di tempat tidur mereka ke liang kubur," imbuh Mojtaba.
Surat kabar Hamshahri yang dikelola pemerintah kota Teheran menerbitkan infografis secara daring pada Sabtu (11/7/2026) malam, menampilkan foto 13 pemimpin asing yang disandingkan dengan pernyataan tegas Mojtaba. Ancaman ini muncul di tengah situasi kawasan yang masih tegang pasca penandatanganan nota kesepahaman antara AS dan Iran, yang belum sepenuhnya meredam permusuhan di antara kedua pihak.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



