
Raja Yordania Kenang Persahabatan dengan Prabowo Sejak Prajurit Muda

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein mengenang persahabatannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto sejak keduanya masih menjadi prajurit muda.
Hal itu disampaikan Raja Abdullah dalam sambutan pada pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan Yordania, di Istana Al Husseiniya, Amman, Kerajaan Yordania Hasyimiyah, Senin (14/4).
"Suatu kehormatan bagi saya untuk menyambut Anda dalam kunjungan resmi pertama Anda ke Yordania sebagai Presiden Indonesia. Anda dan saya memiliki persahabatan yang telah terjalin selama berpuluh-puluh tahun sejak kita masih menjadi prajurit muda, dan itu adalah sesuatu yang tidak pernah saya lupakan," kata Raja Abdullah melalui keterangan resmi dari Sekretariat Presiden diterima di Jakarta, Senin (14/4) malam.
Baca Juga: Mensos Tinjau Kesiapan Rusunawa Jadi Sekolah Rakyat di Probolinggo
Sementara itu, Presiden Prabowo juga menceritakan bahwa dirinya bersahabat cukup lama dengan Raja Abdullah II sejak keduanya masih berusia muda.
Persahabatan itu, Prabowo menyebut, masih terus terjalin saat dirinya saat ini berusia 73 tahun, dan Raja Abdullah II 63 tahun.
“Memang (kami) sahabat lama, waktu kami masih muda, sekarang masih berjiwa muda, tetapi kami bersahabat,” kata Presiden Prabowo saat ditemui sebelum kepulangannya ke Jakarta, di Pangkalan Udara Marka, Amman, Yordania, Senin sore waktu setempat, menjawab pertanyaan ANTARA soal kedekatan Presiden RI dengan Raja Yordania.
Adapun kedekatan keduanya sudah terlihat sejak Presiden Prabowo tiba di Bandara Militer Marka, Amman, Yordania pada Minggu (13/4) dengan sambutan hangat oleh Raja Abdullah II.
Raja Abdullah terlihat memberikan sambutan hangat dengan memeluk erat Presiden Prabowo yang baru menyelesaikan lawatan sebelumnya di Doha, Qatar itu.
Baca Juga: KKP Perkuat Pengawasan Kapal Ilegal di Perairan Barat Sumatera
Momen kedekatan kedua pemimpin itu, juga terlihat kala Raja Abdullah II mempersilakan Presiden Prabowo untuk menaiki kendaraan bersama menuju hotel tempat Presiden dan rombongan bermalam.
Raja Abdullah II mengantar langsung Presiden Prabowo menuju hotel tempatnya bermalam—bahkan Raja Abdullah II langsung yang mengemudikan sendiri mobil Kepresidenan bersama Presiden Prabowo yang duduk di kursi penumpang di sebelahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Raja Yordania dan Presiden Prabowo merupakan alumni sekolah ranger prestisius Angkatan Darat Amerika Serikat Fort Benning.
Keduanya bertemu untuk pertama kali pada 4 Desember 1995 saat acara pelantikan Prabowo sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus. Pertemuan itu, meskipun tak direncanakan, menjadi titik awal persahabatan antara Raja Abdullah II dan Presiden Prabowo.
Persahabatan keduanya berlanjut saat Prabowo meninggalkan Indonesia pada 1998, saat dia memilih mengasingkan diri ke Yordania. Di Yordania, kedatangan Prabowo saat itu disambut dengan terhormat. Bahkan, Yordania pernah menawarkan kewarganegaraan untuk Prabowo, tetapi Prabowo tetap memilih menjadi warga negara Indonesia.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



