VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing terus memantau perkembangan situasi dan keamanan warga negara Indonesia (WNI) menyusul gempa bumi yang mengguncang wilayah Tibet, China, pada Kamis (22/10) malam waktu setempat.
Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu Heni Hamidah mengatakan, hingga Jumat belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak gempa tersebut.
“Berdasarkan catatan KBRI Beijing, sejauh ini belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak gempa tersebut,” ujar Heni, Jumat (23/10/2026).
KBRI Beijing juga telah menyampaikan informasi mengenai gempa dan imbauan keamanan kepada seluruh WNI di wilayah akreditasinya melalui layanan hotline di Weixin atau WeChat.
WNI yang terdampak gempa atau membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat dapat menghubungi Hotline KBRI Beijing melalui nomor +86-186-1045-5488 melalui WeChat.
Gempa bermagnitudo 7,0 tersebut terjadi di wilayah Prefektur Nagqu, Tibet, dengan pusat gempa berada di kawasan pegunungan sekitar 190 kilometer dari Kota Nagqu.
Berdasarkan keterangan otoritas setempat, hingga Jumat tercatat 16 orang meninggal dunia dan 46 orang mengalami luka-luka.
Gempa tersebut juga menyebabkan 339 rumah dan 20 kandang ternak dilaporkan roboh.
Pemerintah setempat telah mengerahkan lebih dari 1.600 personel untuk melakukan pencarian, penyelamatan, dan penanganan korban. Sejumlah bantuan logistik juga telah disalurkan ke wilayah terdampak. (af)























