VOICE Indonesia
Internasional

Sudah Dimulai, Berikut Detail Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

Redaksi - VOICEIndonesia.co
Sudah Dimulai, Berikut Detail Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
Sudah Dimulai, Berikut Detail Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Otoritas Israel pada Jumat (10/10) dini hari waktu setempat menyetujui kerangka kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas untuk meredakan konflik di Jalur Gaza dan mewujudkan pembebasan semua sandera yang tersisa. Salinan perjanjian itu yang diperoleh media Xinhua menyebutkan bahwa gencatan senjata — yang mencakup penghentian semua operasi militer, termasuk serangan udara, artileri, dan penargetan — segera mulai berlaku setelah persetujuan resmi dari pemerintah Israel. Menurut pernyataan dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, pemerintah telah menyetujui kerangka untuk pembebasan seluruh sandera, “baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.” Namun, dalam kabinet tersebut, beberapa menteri yang dikenal sebagai tokoh sayap kanan atau pro-pemukim seperti Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich memilih abstain atau menyatakan penolakan terhadap kesepakatan itu. Kesepakatan tersebut menyebut bahwa perang “akan segera berakhir setelah mendapat persetujuan dari pemerintah Israel,” dan semua operasi militer akan dihentikan secara simultan. Berdasarkan laporan media internasional dan jaringan berita, berikut adalah poin-poin penting dan tahap implementasi yang diketahui sampai saat ini: Ratifikasi Pemerintah Israel Kabinet Israel akhirnya meratifikasi (menyetujui) perjanjian gencatan senjata dan pertukaran sandera dalam rapat yang berlangsung berjam-jam, dan keputusan itu diumumkan pada Jumat pagi (waktu UTC). Setelah ratifikasi, gencatan senjata dijadwalkan akan berlaku dalam waktu 24 jam berikutnya. Setelah pasukan Israel mundur ke garis “yang disepakati”, Hamas memiliki waktu 72 jam untuk menyerahkan semua sandera — baik yang masih hidup maupun jenazah — dari Gaza. Pertukaran Sandera & Narapidana Dalam kesepakatan tahap awal (fase pertama), Hamas akan membebaskan sekitar 20 sandera hidup dan menyerahkan jenazah 28 sandera yang tewas, sedangkan Israel akan membebaskan ribuan tahanan Palestina sebagai bagian pertukaran. Tetapi daftar tahanan Palestina yang akan dibebaskan belum sepenuhnya disepakati di antara pihak-pihak terkait. Hamas telah menegaskan komitmennya terhadap pelaksanaan penuh perjanjian gencatan senjata dan pertukaran sandera, meskipun menekankan bahwa gencatan senjata itu tidak berarti mereka menyerah atau mengubah tujuan perlawanan mereka. Keterlibatan dan Peran Mediasi Internasional Kesepakatan ini difasilitasi oleh mediasi dari negara-negara seperti Mesir, Qatar, Turki, bersama dengan dukungan dari Amerika Serikat. AS akan menempatkan sekitar 200 pasukan di Israel (bukan di Gaza) untuk membantu memantau implementasi gencatan senjata dan memfasilitasi distribusi bantuan kemanusiaan melalui pusat koordinasi sipil-militer. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut kesepakatan ini sebagai langkah penting menuju hak penentuan nasib sendiri Palestina dan solusi dua negara.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#Gaza#Palestina
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.