VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Presiden Senat Kamboja Samdech Techo Hun Sen memberikan medali penghargaan The Order of Sahametrej: Maha Maha Sereyvath kepada Duta Besar Indonesia untuk Kamboja Santo Darmosumarto.
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Dubes RI dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Presiden Senat Kamboja yang mewakili Raja Sihamoni menilai peran Dubes RI sangat signifikan dalam mendorong kerja sama bilateral berbagai bidang.
KBRI Phnom Penh menyampaikan pemberian penghargaan tersebut dilakukan saat pertemuan perpisahan antara Dubes Santo dengan Hun Sen di Phnom Penh. Dubes Santo akan menyelesaikan masa tugas sebagai Dubes RI untuk Kamboja dalam waktu dekat dan memulai jabatan baru sebagai Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika di Kemlu RI.
Dalam pertemuan tersebut, Dubes Santo menyatakan Indonesia berkomitmen mendukung upaya Kamboja dalam memberantas kejahatan transnasional termasuk aktivitas sindikat penipuan daring. Komitmen ini disampaikan terkait penanganan ribuan WNI yang melaporkan diri ke KBRI setelah keluar dari sindikat penipuan daring.
"Kejahatan lintas negara hanya dapat ditanggulangi melalui kerja sama intensif, baik di tingkat bilateral maupun regional," kata Dubes Santo pada Selasa (27/1/2026).
KBRI Phnom Penh mencatat sebanyak 2.277 WNI datang melaporkan diri langsung ke KBRI setelah keluar dari sindikat penipuan daring dari berbagai wilayah di Kamboja. Dubes RI mengapresiasi dukungan Pemerintah Kamboja kepada KBRI Phnom Penh dalam pelayanan dan pelindungan WNI khususnya atas bantuan penanganan arus kedatangan WNI tersebut.
Baca Juga : Butuh Ribuan Pekerja Baru, Jepang Siapkan Dana Pelatihan untuk PMI
Presiden Senat Kamboja Samdech Techo Hun Sen menyampaikan penguatan pemberantasan sindikat penipuan daring di Kamboja telah dimulai sejak lama tetapi baru akhir-akhir ini memberikan hasil yang positif. Operasi pemberantasan yang gencar dilakukan Pemerintah Kamboja mendorong ribuan WNI keluar dari lokasi penipuan daring dan meminta fasilitasi kepulangan.
Dubes Santo juga mengatakan hubungan bilateral Indonesia dan Kamboja menunjukkan penguatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir terutama dalam bidang ekonomi dan interaksi antar masyarakat. Tren penguatan kerja sama tersebut tercermin dari intensitas kunjungan pejabat tingkat tinggi termasuk kunjungan Hun Sen ke Jakarta pada Mei 2025. (Sin/Ri)
Pilihan Redaksi : Imigrasi: Garda Terdepan Penjaga Pintu Gerbang dalam Pencegahan PMI Non Prosedural dan TPPO
Baca Berita Lainnya di Google News