
Transfotmasi Layanan Kesehatan, Indonesia Teken Mou dengan Inggris

VOICEINDOENSIA.CO, Jenawa - Upaya Indonesia mentransformasi sistem layanan kesehatan mendapat dukungan internasional melalui pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama kesehatan dengan Inggris.
Penandatanganan MoU ini dilakukan dalam rangkaian Sidang Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly/WHA) ke-78 di Jenewa, Swiss.
Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Parliamentary Under-Secretary of State for Public Health and Prevention Inggris, Ashley Dalton MP.
Baca Juga: Cara Mengurus Kepulangan Pekerja Migran Indonesia Saat Terjadi Masalah
MoU baru ini menjadi fondasi penting dalam penguatan layanan kesehatan primer dan digitalisasi sistem kesehatan nasional. Fokus kerja sama mencakup penguatan layanan berbasis komunitas, deteksi dini penyakit, pengendalian resistensi antimikroba (AMR), serta penerapan pendekatan One Health atau Satu Sehat.
“Transformasi layanan kesehatan harus dimulai dari akar, yaitu masyarakat. Teknologi dan kemitraan global memainkan peran penting dalam memastikan layanan kesehatan lebih merata dan preventif,” ujar Budi dalam pernyataan resmi, Senin (26/5).
Kerja sama ini juga menyentuh sektor strategis lain seperti pengembangan bioteknologi, genomik, alat kesehatan, serta percepatan riset klinis. Salah satu prioritas utama adalah peningkatan kapasitas tenaga kesehatan Indonesia agar mampu menjawab tantangan layanan modern.
Baca Juga: Kemkomdigi Bentuk Tim Evaluasi Internal Ditengah Kasus PDNS
Budi menyebut pembaruan MoU ini merupakan kelanjutan dari hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris pada November 2024. “Kesehatan menjadi topik utama dalam hubungan kedua negara. Termasuk pendidikan tenaga medis dan transfer keahlian klinis,” ujarnya.
Tak hanya itu, Inggris juga dikenal sebagai mitra aktif di berbagai forum kesehatan global. Sementara Indonesia, yang kini memainkan peran penting di kawasan Global South, turut memperkuat kontribusi di level internasional, termasuk dalam pendanaan Global Fund untuk memerangi AIDS, TBC, dan malaria.
Pemerintah berharap kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga membawa dampak nyata bagi percepatan reformasi sistem kesehatan Indonesia.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



