
Trump: Aset Iran yang Dicairkan Akan Dipakai Beli Produk Petani Amerika

VOICEINDONESIA.CO, Washington Dc – Presiden AS Donald Trump mengklaim dana aset Iran yang dicairkan sebagai bagian dari negosiasi akan dialokasikan untuk membeli produk pertanian dari petani Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan menyusul keputusan Departemen Keuangan AS yang mengeluarkan izin umum untuk penjualan minyak mentah dan produk petrokimia Iran hingga 21 Agustus 2026.
Trump menegaskan seluruh dana yang masuk dari pencabutan sanksi akan kembali ke Amerika melalui pembelian bahan pangan yang dibutuhkan Iran.
"Uang yang kita cabut akan diberikan kepada petani kita, sebagian besar kepada petani kita," kata Trump kepada wartawan, Senin (22/6/2026).
Trump menjelaskan Iran seharusnya menggunakan pendapatan dari penjualan minyak untuk membeli kebutuhan pangan rakyatnya bukan membangun kembali militer. Ia menyebut jagung dan kedelai sebagai komoditas utama yang bisa dibeli Iran dari AS secara terbuka.
"Mereka seharusnya menggunakan uang itu untuk membeli makanan bagi rakyat mereka, jagung, kedelai, seharusnya itu jumlah uang yang banyak," ujarnya.
Ketika ditanya bagaimana pemerintah AS akan memastikan Iran tidak menggunakan pendapatan minyak untuk membangun kembali militernya Trump hanya menjawab singkat.
"Kita lihat nanti," katanya.
Kebijakan ini menyusul penandatanganan memorandum antara Iran dan AS secara jarak jauh pekan lalu yang mengatur pengakhiran konflik militer yang dimulai pada 28 Februari 2026. Dokumen tersebut menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan Iran dan bagi Iran memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.
Perundingan antara Iran dan AS dengan mediator Pakistan dan Qatar diadakan di resor Burgenstock, Swiss, pada 21 Juni 2026.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



