VOICEINDONESIA.CO, Istanbul – Sinyal mengejutkan datang dari Iran. Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut telah menyetujui pencairan aset Iran senilai 24 miliar dolar AS atau sekitar Rp428,64 triliun yang selama ini dibekukan, meski Washington belum mengonfirmasinya secara terbuka.
Pernyataan itu disampaikan penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Mohsen Rezaei, dalam upacara peringatan di Kota Dezful, Iran barat daya, sebagaimana dilaporkan Fars News Agency.
Rezaei mengeklaim konflik yang baru-baru ini dialami Iran justru meningkatkan posisi negara itu di tingkat global dan memperkuat kemampuan pencegahannya, hingga membuat Trump kini khawatir untuk bernegosiasi dengan Teheran.
Tak hanya soal aset, Rezaei juga melontarkan tudingan keras terhadap arah kebijakan luar negeri AS.
"Koloni dari rezim Zionis," kata Rezaei menyebut posisi Amerika Serikat akibat pengaruh lobi Israel dalam lingkaran pengambilan keputusan WashingtAS, dilansir ANTARA, Jumat (12/6/2026).
Sinyal pencairan aset ini muncul tak lama setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut nota kesepahaman yang diusulkan dengan AS akan mengakhiri konflik di seluruh front termasuk Lebanon, sekaligus membuka jalan bagi perundingan pencabutan sanksi. Seorang pejabat senior pemerintahan Trump bahkan menyebut Washington berharap dapat menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran dalam beberapa hari ke depan, yang juga diharapkan mengarah pada pembongkaran program nuklir Iran.



























