
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Rampung

VOICEINDONESIA.CO, Istanbul – Trump menyampaikan hal tersebut melalui platform Truth Social pada Sabtu (23/5/2026). Presiden AS menyebutkan kesepakatan tersebut melibatkan Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan sejumlah negara lain di kawasan.
"Sebuah kesepakatan sebagian besarnya telah dinegosiasikan, tetapi masih perlu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan sejumlah negara lain," katanya.
Trump mengungkapkan telah membahas rancangan kesepakatan tersebut melalui komunikasi yang sangat baik dengan sejumlah pemimpin kawasan. Presiden AS juga sudah berkomunikasi via telepon dengan pemimpin rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu terkait kesepakatan damai ini.
Aspek-aspek akhir serta rincian dari kesepakatan saat ini tengah didiskusikan oleh para pihak yang terlibat. Trump menjanjikan pengumuman resmi kesepakatan akan dilakukan dalam waktu dekat setelah semua detail diselesaikan.
"Aspek-aspek akhir serta rincian dari kesepakatan tersebut saat ini tengah didiskusikan dan akan diumumkan dalam waktu dekat," katanya.
Salah satu poin penting dalam kesepakatan adalah pembukaan Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik ketegangan antara AS dan Iran. Trump menegaskan jalur strategis perdagangan minyak dunia tersebut akan dibuka kembali setelah kesepakatan final ditandatangani.
"Di samping berbagai elemen lain dalam kesepakatan, Selat Hormuz juga akan dibuka," ujar Trump.
Washington dan Teheran terus menegosiasikan usulan kesepakatan berikut balasannya melalui perantaraan Islamabad. Negosiasi mencakup tiga isu utama yaitu pembukaan Selat Hormuz, upaya mengatasi kekhawatiran atas program nuklir Iran, dan pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran.
Pembukaan Selat Hormuz menjadi isu krusial karena jalur strategis ini merupakan rute utama distribusi minyak dunia. Penutupan selat ini telah berdampak signifikan terhadap harga energi global dan stabilitas ekonomi dunia.
Kekhawatiran atas program nuklir Iran juga menjadi fokus negosiasi. AS menginginkan jaminan bahwa program nuklir Iran hanya untuk tujuan damai dan tidak untuk pengembangan senjata nuklir yang dapat mengancam keamanan kawasan.
Pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran menjadi tuntutan utama Teheran dalam negosiasi. Sanksi yang diberlakukan selama bertahun-tahun telah membuat ekonomi Iran terpuruk dan rakyat Iran menderita akibat kesulitan ekonomi.
Kesepakatan damai antara AS dan Iran ini dinanti dunia internasional karena dapat mengakhiri konflik berkepanjangan yang telah menewaskan banyak korban jiwa. Stabilitas kawasan Timur Tengah sangat bergantung pada keberhasilan negosiasi ini.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



