VOICE Indonesia
Internasional

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Rampung

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump(Foto: Voiceindonesia.co/Ist)

VOICEINDONESIA.CO, Istanbul – Trump menyampaikan hal tersebut melalui platform Truth Social pada Sabtu (23/5/2026). Presiden AS menyebutkan kesepakatan tersebut melibatkan Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan sejumlah negara lain di kawasan.

"Sebuah kesepakatan sebagian besarnya telah dinegosiasikan, tetapi masih perlu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan sejumlah negara lain," katanya.

Trump mengungkapkan telah membahas rancangan kesepakatan tersebut melalui komunikasi yang sangat baik dengan sejumlah pemimpin kawasan. Presiden AS juga sudah berkomunikasi via telepon dengan pemimpin rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu terkait kesepakatan damai ini.

Aspek-aspek akhir serta rincian dari kesepakatan saat ini tengah didiskusikan oleh para pihak yang terlibat. Trump menjanjikan pengumuman resmi kesepakatan akan dilakukan dalam waktu dekat setelah semua detail diselesaikan.

"Aspek-aspek akhir serta rincian dari kesepakatan tersebut saat ini tengah didiskusikan dan akan diumumkan dalam waktu dekat," katanya.

Salah satu poin penting dalam kesepakatan adalah pembukaan Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik ketegangan antara AS dan Iran. Trump menegaskan jalur strategis perdagangan minyak dunia tersebut akan dibuka kembali setelah kesepakatan final ditandatangani.

"Di samping berbagai elemen lain dalam kesepakatan, Selat Hormuz juga akan dibuka," ujar Trump.

Washington dan Teheran terus menegosiasikan usulan kesepakatan berikut balasannya melalui perantaraan Islamabad. Negosiasi mencakup tiga isu utama yaitu pembukaan Selat Hormuz, upaya mengatasi kekhawatiran atas program nuklir Iran, dan pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran.

Pembukaan Selat Hormuz menjadi isu krusial karena jalur strategis ini merupakan rute utama distribusi minyak dunia. Penutupan selat ini telah berdampak signifikan terhadap harga energi global dan stabilitas ekonomi dunia.

Kekhawatiran atas program nuklir Iran juga menjadi fokus negosiasi. AS menginginkan jaminan bahwa program nuklir Iran hanya untuk tujuan damai dan tidak untuk pengembangan senjata nuklir yang dapat mengancam keamanan kawasan.

Pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran menjadi tuntutan utama Teheran dalam negosiasi. Sanksi yang diberlakukan selama bertahun-tahun telah membuat ekonomi Iran terpuruk dan rakyat Iran menderita akibat kesulitan ekonomi.

Kesepakatan damai antara AS dan Iran ini dinanti dunia internasional karena dapat mengakhiri konflik berkepanjangan yang telah menewaskan banyak korban jiwa. Stabilitas kawasan Timur Tengah sangat bergantung pada keberhasilan negosiasi ini.

Ringkasan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran sebagian besar telah dinegosiasikan dan akan segera difinalisasi.Trump menyampaikan hal tersebut melalui platform Truth Social pada Sabtu (23/5/2026). Presiden AS menyebutkan kesepakatan tersebut meli

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di JepangPekerja Migran Indonesia

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di Jepang

Afifah· 28 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.