
Trump Desak Pengecer Minyak di AS Turunkan Harga

VOICEINDONESIA.CO, Washington Dc – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan ultimatum keras kepada para pengecer bahan bakar minyak di negaranya. Ia menegaskan harga minyak dunia sudah turun jauh sejak perang AS-Iran berakhir, sehingga tidak ada alasan bagi SPBU untuk tetap mempertahankan harga tinggi.
"Pengecer bensin harus menurunkan harga mereka. SEGERA!" tulis Trump di media sosial Truth Social dilansir Selasa (30/6/2026).
Trump menargetkan harga sekitar 2,5 dolar AS atau setara Rp44.500 per galon, yang jika dikonversi ke liter menjadi sekitar Rp11.800. Ia menegaskan praktik menaikkan harga secara berlebihan di tengah turunnya harga minyak mentah dunia merupakan tindakan ilegal.
"Tidak akan ada praktik menaikkan harga secara berlebihan, yang sepenuhnya ilegal. Jika pengecer tidak melakukan ini, masalah besar akan muncul! Mulailah menargetkan harga sekitar 2,50 dolar per galon," tulisnya melanjutkan.
Sebelumnya, Trump juga sudah menginstruksikan Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki perusahaan-perusahaan minyak yang dinilai tidak menurunkan harga bensin sesuai penurunan biaya minyak mentah, dengan tudingan menaikkan harga secara berlebihan kepada konsumen.
Harga minyak dunia sempat melonjak tajam setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari 2026, yang dibalas Iran dengan menyerang Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi basis pangkalan militer AS. Belakangan, proses diplomasi antara AS dan Iran berhasil meredam konflik dan mendorong harga minyak dunia kembali turun.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



