VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Indonesia Bidik Peluang Kerja di Jerman Lewat Program Ausbildung

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Indonesia Bidik Peluang Kerja di Jerman Lewat Program Ausbildung
Indonesia Bidik Peluang Kerja di Jerman Lewat Program Ausbildung
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) menyatakan kesediaan menjadi leading sector dalam pengembangan program pendidikan vokasi Ausbildung untuk pekerja migran Indonesia di Jerman. Langkah ini ditempuh setelah Dubes RI untuk Jerman, Abdul Kadir Jailani mendorong Kemenp2MI memimpin pengelolaan program dual system yang menggabungkan teori dan praktik kerja. Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani menyambut positif usulan tersebut dengan catatan setiap PMI yang berangkat harus mendapat perlindungan optimal. Komitmen perlindungan menjadi prinsip utama dalam mengembangkan skema kerja sama dengan Pemerintah Jerman dan pemangku kepentingan lainnya. "Kami tentu menyambut baik usulan tersebut. Bagi Kementerian P2MI, yang terpenting adalah memastikan setiap pekerja migran Indonesia yang berangkat ke luar negeri mendapatkan pelindungan yang optimal," kata Christina dalam pertemuan di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Indonesia memiliki potensi besar dalam penyediaan tenaga kerja terampil dari berbagai institusi pendidikan vokasi yang dikelola sekitar 12 kementerian dan lembaga. Tantangannya adalah mendesain program yang memastikan kompetensi pekerja migran sesuai dengan kebutuhan industri di Jerman. Program Ausbildung menggabungkan pembelajaran teori di sekolah kejuruan dan praktik kerja langsung di perusahaan dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik selama 2-3,5 tahun. Peserta mendapatkan gaji bulanan, pelatihan gratis, serta gelar profesional untuk bekerja di Jerman.

Baca Juga : Remitansi PMI Rp288 Triliun Gerakkan Ekonomi Desa pada 2025 Christina menilai model pendidikan vokasi ini memungkinkan peserta mendapat pengalaman kerja sekaligus kompetensi yang dibutuhkan dunia industri. Program Ausbildung dapat menjadi pintu masuk strategis bagi tenaga kerja Indonesia untuk bekerja sambil meningkatkan keterampilan di Jerman. "Tadi Pak Dubes menyampaikan mengenai program Ausbildung yang memang kami juga melihat sebagai peluang menjanjikan," ujarnya. Kemenp2MI membuka diri untuk dialog lebih lanjut guna merancang mekanisme kerja sama yang sesuai ketentuan berlaku. Skema kerja sama dirancang agar program dapat memberikan akses lebih luas bagi pekerja migran Indonesia untuk bekerja secara profesional di Jerman. "Kami siap membangun skema kerja sama yang baik agar program ini dapat berjalan," katanya. Selain Ausbildung, diskusi juga menyinggung potensi kebutuhan tenaga kerja di industri semikonduktor Jerman, meski angka kebutuhannya masih akan dikaji lebih lanjut. Potensi suplai tenaga kerja terampil dari 12 kementerian dan lembaga yang memiliki sekolah vokasi dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. "Ada sekitar 12 kementerian dan lembaga yang memiliki sekolah vokasi. Ini menjadi potensi suplai tenaga kerja terampil yang sangat besar," tegasnya. Christina menekankan pentingnya memastikan kompetensi pekerja migran Indonesia sesuai dengan kebutuhan industri di luar negeri. Desain program yang tepat akan membuka peluang lebih besar bagi PMI untuk bekerja dengan perlindungan dan kompensasi yang layak di negara tujuan. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Menjaga Netralitas: Polri Wajib di Bawah Komando Langsung Presiden

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#Ausbildung#peluang kerja di Jerman#WamenP2MI
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.