Baca Juga : Remitansi PMI Rp288 Triliun Gerakkan Ekonomi Desa pada 2025 Christina menilai model pendidikan vokasi ini memungkinkan peserta mendapat pengalaman kerja sekaligus kompetensi yang dibutuhkan dunia industri. Program Ausbildung dapat menjadi pintu masuk strategis bagi tenaga kerja Indonesia untuk bekerja sambil meningkatkan keterampilan di Jerman. "Tadi Pak Dubes menyampaikan mengenai program Ausbildung yang memang kami juga melihat sebagai peluang menjanjikan," ujarnya. Kemenp2MI membuka diri untuk dialog lebih lanjut guna merancang mekanisme kerja sama yang sesuai ketentuan berlaku. Skema kerja sama dirancang agar program dapat memberikan akses lebih luas bagi pekerja migran Indonesia untuk bekerja secara profesional di Jerman. "Kami siap membangun skema kerja sama yang baik agar program ini dapat berjalan," katanya. Selain Ausbildung, diskusi juga menyinggung potensi kebutuhan tenaga kerja di industri semikonduktor Jerman, meski angka kebutuhannya masih akan dikaji lebih lanjut. Potensi suplai tenaga kerja terampil dari 12 kementerian dan lembaga yang memiliki sekolah vokasi dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. "Ada sekitar 12 kementerian dan lembaga yang memiliki sekolah vokasi. Ini menjadi potensi suplai tenaga kerja terampil yang sangat besar," tegasnya. Christina menekankan pentingnya memastikan kompetensi pekerja migran Indonesia sesuai dengan kebutuhan industri di luar negeri. Desain program yang tepat akan membuka peluang lebih besar bagi PMI untuk bekerja dengan perlindungan dan kompensasi yang layak di negara tujuan. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Menjaga Netralitas: Polri Wajib di Bawah Komando Langsung Presiden
Baca Berita Lainnya di Google News


























