Baca Juga : Pemerintah Mulai Bangun Sistem Peringatan Dini PHK Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bob Azam sebelumnya menyebut kondisi ini dapat berujung pada penghentian produksi jika pasokan bahan baku tidak segera pulih. Menanggapi kondisi global tersebut, Yassierli menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam merespons situasi. “Tentu pemerintah harus menyikapi ini dengan melihat bersama-sama, tidak hanya Menteri Ketenagakerjaan, ada Menko Perekonomian tentunya, Menteri Perindustrian. Jadi, segala sesuatu, itu kita monitor,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa ketidakpastian global saat ini bukan hanya dialami Indonesia, melainkan menjadi tantangan bersama bagi banyak negara. “Ya, artinya, kita sadar bahwa kondisi dunia saat ini, tidak hanya Indonesia, memang penuh ketidakpastian,” ujarnya. Data pemerintah menunjukkan hingga Maret 2026 jumlah PHK telah mencapai 8.389 orang, yang menjadi indikator awal tekanan di sektor ketenagakerjaan. Untuk itu, pemerintah mendorong penguatan program pelatihan vokasi dan magang nasional guna meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan kebutuhan industri. Selain penguatan SDM, pemerintah juga menilai ketahanan sektor strategis seperti pangan dan energi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional. “Ketika ketahanan pangan, ketahanan energi itu terwujud, makanya kita lebih resilien,” kata Yassierli. Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap dampak konflik global terhadap ketenagakerjaan dapat ditekan, sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi nasional dalam jangka panjang. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Ekstradisi Atau Represi: Jangan Manjakan Kriminal Siber
Baca Berita Lainnya di Google News














