VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Antisipasi Lonjakan PHK Akibat Tekanan Global, Pemerintah Genjot Pelatihan Vokasi

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Antisipasi Lonjakan PHK Akibat Tekanan Global, Pemerintah Genjot Pelatihan Vokasi
Antisipasi Lonjakan PHK Akibat Tekanan Global, Pemerintah Genjot Pelatihan Vokasi
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta — Tekanan global akibat konflik di Timur Tengah mulai dirasakan sektor ketenagakerjaan Indonesia, terutama dari sisi industri yang bergantung pada rantai pasok internasional. Pemerintah mencatat dinamika ini berpotensi memicu gangguan produksi hingga berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK), seiring terganggunya pasokan bahan baku impor. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif melalui penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Kami di Kementerian Ketenagakerjaan memang diminta lebih fokus dalam hal penyiapan SDM-nya dalam konteks skill vokasi,” ujarnya di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (15/4/2026). Ia menjelaskan, peningkatan keterampilan menjadi strategi utama agar tenaga kerja Indonesia tetap kompetitif di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang. Di sisi lain, dunia usaha juga telah mengakui dampak konflik tersebut terhadap aktivitas produksi. Gangguan rantai pasok dinilai menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi menekan sektor industri nasional.

Baca Juga : Pemerintah Mulai Bangun Sistem Peringatan Dini PHK Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bob Azam sebelumnya menyebut kondisi ini dapat berujung pada penghentian produksi jika pasokan bahan baku tidak segera pulih. Menanggapi kondisi global tersebut, Yassierli menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam merespons situasi. “Tentu pemerintah harus menyikapi ini dengan melihat bersama-sama, tidak hanya Menteri Ketenagakerjaan, ada Menko Perekonomian tentunya, Menteri Perindustrian. Jadi, segala sesuatu, itu kita monitor,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa ketidakpastian global saat ini bukan hanya dialami Indonesia, melainkan menjadi tantangan bersama bagi banyak negara. “Ya, artinya, kita sadar bahwa kondisi dunia saat ini, tidak hanya Indonesia, memang penuh ketidakpastian,” ujarnya. Data pemerintah menunjukkan hingga Maret 2026 jumlah PHK telah mencapai 8.389 orang, yang menjadi indikator awal tekanan di sektor ketenagakerjaan. Untuk itu, pemerintah mendorong penguatan program pelatihan vokasi dan magang nasional guna meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan kebutuhan industri. Selain penguatan SDM, pemerintah juga menilai ketahanan sektor strategis seperti pangan dan energi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional. “Ketika ketahanan pangan, ketahanan energi itu terwujud, makanya kita lebih resilien,” kata Yassierli. Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap dampak konflik global terhadap ketenagakerjaan dapat ditekan, sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi nasional dalam jangka panjang. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Ekstradisi Atau Represi: Jangan Manjakan Kriminal Siber

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#menakee yassierli#Pelatihan Vokasi#PHK#Tekanan global
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.