
Atasi Dampak Konflik Timur Tengah, Pemerintah Keluarkan 10 Langkah Mitigasi

Baca Juga: Devisa Negara dari PMI Timur Tengah Aman Selama Tidak Ada Perintah Evakuasi Pertemuan lintas sektor yang dihadiri Kemlu, Kemenhub, Kementerian Imipas, maskapai, dan asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) ini menghasilkan langkah konkret 10 Komitmen Penyelenggaraan Umrah di Masa Krisis. Pertama, Pusat Koordinasi Terpadu: Membentuk wadah koordinasi antara kementerian terkait, maskapai, dan PPIU. Kedua, Pertukaran Data: Melakukan pembaruan informasi perjalanan secara real-time. Ketiga, Imbauan Penundaan: Kemlu menyarankan PPIU menunda keberangkatan hingga ruang udara kondusif. Baca Juga: Pemerintah Harus Waspada Subsidi BBM Jebol Akibat Perang Iran - Amerika Keempat, Kemudahan Izin Terbang: Kemenhub akan memfasilitasi extra flight bagi maskapai yang membutuhkan. Kelima, Kebijakan Visa: Kementerian Imipas memberikan kemudahan pembatalan atau penundaan bagi jamaah yang visanya sudah terbit. Keenam, Tiket Tanpa Biaya: Maskapai berkomitmen memberikan layanan refund, reschedule, dan re-route gratis, termasuk akomodasi bagi yang tertahan di negara transit. Ketujuh, Transfer Penumpang: Maskapai utama akan mengupayakan transfer jamaah dan penerbangan tambahan untuk mengangkut jamaah yang tertahan (stranded) di Jeddah dan Madinah. Kedelapan, Jaminan Keselamatan PPIU: PPIU yang tetap berangkat wajib menjamin keamanan jamaah dan memberikan edukasi situasi terkini. Kesembilan, Edukasi Risiko: PPIU yang belum terikat kontrak disarankan menunda, namun jika tetap berangkat wajib mengedukasi jamaah mengenai risiko geopolitik. Kesepuluh, Kompensasi Layanan: Kemenhaj akan mengomunikasikan restitusi visa, akomodasi, dan transportasi darat bagi calon jamaah yang gagal berangkat. Pemerintah menegaskan akan terus memantau situasi di Arab Saudi dan negara-negara transit untuk memastikan jamaah yang sudah berada di Tanah Suci dapat kembali dengan selamat tanpa dibebani biaya tambahan akibat situasi darurat ini. (af/hi) Pilihan Redaksi: Seleksi Ketat Atase: Tamatnya Era Pejabat Titipan?
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



