
Investasi Badan Pengelola Keuangan Haji Belum Capai Target

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menyoroti belum tercapainya target nilai manfaat investasi langsung yang ditetapkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2025.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI bersama Kepala Badan Pelaksana BPKH di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026), Selly menegaskan perlunya evaluasi serius sebelum BPKH mengajukan tambahan anggaran operasional.
“Tentu ini menjadi catatan kita. Jangan sampai BPKH meminta tambahan anggaran operasional, tetapi target dalam RKAT tidak tercapai sesuai harapan,” tegas Selly.
Baca Juga: Tekan Pengangguran di Banten, DPR Dorong Pendidikan Link and Match dengan IndustriIa mengungkapkan, berdasarkan paparan RKAT 2025, target pengembangan investasi langsung BPKH ditetapkan sebesar Rp700 miliar.
Namun, realisasi nilai manfaat yang dicapai baru sekitar Rp200 miliar. Menurutnya, selisih yang cukup besar tersebut harus dijelaskan secara transparan kepada DPR.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu juga mempertanyakan apakah rendahnya realisasi tersebut disebabkan oleh keterbatasan ruang investasi langsung dalam dua tahun terakhir, serta sejauh mana kesiapan BPKH untuk meningkatkan kinerja investasi ke depan, khususnya di tengah rencana pengajuan tambahan biaya operasional.
Selain itu, Selly menyoroti kinerja dua anak perusahaan BPKH, yakni Bank Muamalat dan BPKH Limited.
Baca Juga: Waspada! Kamboja Bukan Negara Tujuan Resmi Pekerja IndonesiaIa menilai investasi yang telah dilakukan seharusnya mulai menunjukkan kemandirian, terutama BPKH Limited yang ditargetkan mandiri sejak awal 2025.
“Keberadaan anak perusahaan ini perlu dijelaskan ke depan, karena menyangkut dana yang kita investasikan dan harus dipertanggungjawabkan secara jelas,” ujarnya.
Terkait penyusunan program tahun 2026, Selly mengingatkan agar seluruh target ditetapkan secara realistis dengan mempertimbangkan tekanan ekonomi nasional.
Ia mengingatkan agar RKAT tidak kembali direvisi di tengah jalan akibat target yang terlalu ambisius.
“Jangan sampai kita menyetujui RKAT, tapi di tengah jalan harus diubah lagi karena targetnya tidak realistis,” katanya.
Selly juga menyinggung rencana program digitalisasi BPKH yang dibiayai dari anggaran operasional.
Ia meminta konsep digitalisasi dijabarkan secara konkret, termasuk keterkaitannya dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) milik Kementerian Agama.
Menutup pernyataannya, Selly berharap seluruh catatan tersebut menjadi bahan evaluasi dalam kesimpulan RDP, agar pengelolaan keuangan haji semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan jemaah.
“Jangan sampai disebut digitalisasi, tapi datanya tidak terkoneksi. BPKH harus bisa mengakses data setoran dan jemaah secara real time,” tegasnya. (af/ri)
Pilihan Redaksi: Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



