
Mahasiswa KKN Tematik Unram Mengadakan Kegiatan Sosialisasi Pengolahan Sampah di Desa Gelangsar

VOICEINDONESIA,LOMBOK- Desa Gelangsar Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, kegiatan mahasiswa Unram bertempat di Aula Kantor Desa Gelangsar telah dilaksanakan acara Sosialisasi Pengolahan Sampah.
"Sosialisasi Pengolahan Sampah ini merupakan salah satu Program Kerja dari Mahasiswa KKN Tematik Unram dengan mengundang Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) sebagai Narasumber dalam rangka mengoptimalkan pengolahan sampah di wilayah Desa Gelangsar." ungkap Intan, sala satu mahasiswa jurusan statistik yang sedang kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Rabu, 02/02/2022
Pada kegiatan Sosialisasi ini hadir Bapak Abdur Rahman S.Pdi selaku Kepala Desa Gelangsar. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan seperti membersihkan sampah baik sampah plastik maupun sampah yang berupa dedaunan serta mampu mengolahnya dengan baik. Pemerintah desa juga mendukung kegiatan Sosialisasi ini agar masyarakat Desa Gelangsar tidak menganggap remeh masalah sampah yang ada di lingkungan sekitar." ujar Abdur Rahman
Kegiatan sosialisasi tersebut, juga dihadiri pemerintah Provinsi NTB yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam sambutannya, bahwa berbagai jenis-jenis sampah serta cara pengolahannya. Penyumbang sampah terbesar berasal dari sampah rumah tangga yang berupa sampah dapur sebanyak 62%.
“Tahukah anda penyumbang sampah terbesar di Provinsi NTB yaitu sampah rumah tangga dengan presentase sebesar 62% dan sisanya berasal dari pasar tradisional, pusat perniagaan, kantor dan fasilitas publik” jelasnya.
Seperti yang diketahui bahwa sampah dibagi menjadi dua jenis yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa potongan sayur, kulit buah, sisa makanan dan minuman, sampah dari taman dan ternak.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengolah sampah organik salah satunya adalah Lubang Biopori. Lubang biopori merupakan cara yang paling sederhana dalam mengolah sampah organik, hanya dengan membuat lubang di tanah kemudian sampah dimasukkan ke dalam lubang dan ditimpah dengan sampah dedaunan agar mengurangi bau.
Selanjutnya sampah anorganik berasal dari sampah plastik yang dapat diolah menjadi berbagai produk seperti tas, dompet, kursi dan sebagainya yang hasilnya dapat bernilai ekonomis tinggi bagi masyarakat.
"Kesimpulan dari sosialisasi ini yaitu sampah bukan sepenuhnya menjadi musibah melainkan menjadi suatu hal yang bernilai ekonomis tinggi jika dikelola dengan baik. Pilihan ada ditangan kita, mengubah sampah menjadi berkah atau menjadikan sampah sebagai musibah." ujar Intan
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



