VOICEINDONESIA.CO, Kuala Lumpur – Keempat orang tersebut ditangkap sehari setelah ketiga korban didampingi KJRI Johor Bahru membuat laporan polisi di dua kantor polisi berbeda sesuai wilayah hukum masing-masing pada 16 Juni 2026. Ketiga korban juga menjalani pemeriksaan medis dan visum di Hospital Sultanah Aminah, Johor Bahru.
KJRI Johor Bahru menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga para korban memperoleh keadilan.
"KJRI Johor Bahru menegaskan komitmen untuk terus mengawal penanganan kasus ini serta berkoordinasi secara intensif dengan pihak kepolisian Malaysia dan berbagai pihak terkait guna memastikan para korban memperoleh akses terhadap keadilan, perlindungan, dan pemulihan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Johor Bahru Erry Kananga dilansir ANTARA, Kamis (18/6/2026).
Kasus ini melibatkan tiga korban berbeda lokasi. YA mengalami kekerasan di kawasan Tampoi dan kasusnya ditangani IPD Johor Bahru Utara, sementara YY dan SH menjadi korban di kawasan Taman Daya dengan kasusnya ditangani IPD Johor Bahru Selatan.
Selain empat pelaku, seorang perempuan berinisial SN yang diduga merekam peristiwa kekerasan juga sempat diamankan untuk dimintai keterangan sebelum akhirnya dibebaskan. Penanganan kasus ini melibatkan koordinasi antara KJRI Johor Bahru, Kementerian Luar Negeri, Kementerian P2MI, dan KBRI Kuala Lumpur.



























