
Kisah Nurchaeti, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Bangun Bisnis Ekspor Keripik Buah

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Perjalanan hidup Nurchaeti membuktikan bahwa status sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) bukanlah tujuan akhir, melainkan jembatan menuju kesuksesan di Indonesia.
Setelah memutuskan pensiun sebagai pekerja migran, perempuan asal Jakarta ini sukses mendirikan PT BFF Royal Food Internasional, sebuah perusahaan ekspor keripik buah yang kini mencatatkan omzet ratusan juta rupiah per bulan.
Bisnis yang berfokus pada produk olahan keripik pisang, nangka, nanas, hingga salak ini mampu mengirimkan dua hingga lima kontainer produk ke luar negeri setiap bulannya.
Jaringan global yang dibangun Nurchaeti saat merantau membantunya menembus pasar internasional, mulai dari Singapura, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, hingga kawasan Timur Tengah dan Eropa.
“Bekerja di luar negeri tidak selamanya. Pada akhirnya kita akan pulang ke Indonesia juga. Tetap semangat dan fokus, semoga kita bisa berkontribusi terbaik untuk negara kita,” ujar Nurchaeti, dikutip dari KemenP2MI, Sabtu (16/5/2026).
Sebelum mencapai posisi saat ini, Nurchaeti terpaksa menjadi pekerja migran di Malaysia dan Singapura sejak tahun 2010 demi menghidupi dua anaknya pascabercerai.
Didera rasa bersalah karena harus meninggalkan buah hatinya yang masih balita, ia memutuskan pulang selamanya ke Indonesia pada 2013 dengan modal di bawah Rp10 juta untuk membuka usaha laundry rumahan.
Titik balik hidupnya terjadi pada 2014 saat seorang rekan sesama purna PMI mengajaknya mengikuti pelatihan keterampilan yang difasilitasi oleh BP2MI (dahulu BNP2TKI) di Bogor.
Dari beberapa pelatihan yang diikutinya, Nurchaeti jatuh cinta pada pengolahan keripik pisang dan mulai melakukan eksperimen resep secara mandiri di rumah hingga produknya diterima pasar.
Peluang emas datang pada tahun 2024 ketika ia mengikuti pameran produk purna PMI di Brunei Darussalam.
Produknya menarik perhatian investor lokal yang kemudian menyuntikkan modal dan membantu memperluas skala bisnisnya menjadi sebuah pabrik manufaktur.
Pemerintah melalui BP2MI juga turut andil memberikan dukungan berupa pengurusan sertifikasi halal dan pembukaan jejaring perdagangan internasional.
Kini, perusahaan Nurchaeti tidak hanya mengubah nasib keluarganya, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas.
Melalui pabrik produksinya yang beroperasi di Malang dan Karawang, serta kantor administrasi di Jakarta, PT BFF Royal Food Internasional kini berhasil membuka lapangan kerja dengan memberdayakan sekitar 250 pekerja lepas. (af)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



