
Mengaku dikirim Secara Ilegal,Seorang TKW Asal Majalengka Minta bantuan Pemerintah
Jakarta - Nurasiah (40) Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berasal dari Majalengka Jawa Barat minta bantuan pemerintah untuk pulang ke Indonesia.
Nurasiah mengaku baru satu bulan di Arab Saudi dan di kirim secara Ilegal ke Arab Saudi oleh Pt.Almatar dan seseorang dengan inisial ( A)
"Saya bekerja di Saudi yang berangkatkan saya pt.almatar ,saya baru sebulan di sini tapi saya udah gak kuat kerja ,tangan kanan saya sakit" kata Nurasiah dalam keterangannya melalui video yang di terima jurnalis Voiceindonesia.co rabu (10/3/2023).
Lebih lanjut, ia mengaku kondisi tangan kanan saat ini sedang sakit dan bekas Operasiannya juga masih sakit.
"Apalahi saya ada Bekas operasian bulan sembipan, saya belum sembuh total saya minta bantuan pemerintah indonesia" tambah Nurasiah
Sampai berita ini di naikkan belum ada pihak yang bisa di mintai keterangan terkait pengakuan Nurasiah.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



