
PMI Disiapkan untuk Isi Posisi Professional di Luar Negeri

VOICEINDONESIA.CO, Banjarmasin – Langkah ini digaungkan bersamaan dengan peresmian kerja sama strategis antara Kementerian P2MI dan delapan perguruan tinggi lokal di Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) guna membangun ekosistem penempatan kerja luar negeri.
Pemerintah kini tengah mengusung konsep makro bernama Brain Circulation. Skema ini secara khusus didesain agar lulusan sarjana atau diploma dari daerah tidak lagi dipandang sebelah mata sebagai buruh kasar di negeri orang, melainkan dipersiapkan sejak bangku kuliah untuk merebut posisi profesional kelas dunia.
"Selama ini, sebagian masyarakat kita masih memandang sebelah mata profesi pekerja migran, seolah-olah bekerja ke luar negeri identik dengan pekerjaan kasar, tanpa masa depan, bahkan kerap distigma secara merendahkan. Cara pandang ini harus kita luruskan bersama, mulai dari ruangan ini," tegas Mukhtarudin di hadapan ratusan mahasiswa di Banjarmasin, Selasa (23/6/2026).
Melalui pola perputaran talenta ini, para lulusan didorong untuk memanen ilmu pengetahuan, adopsi teknologi mutakhir, serta menyerap etos kerja tinggi di negara-negara maju seperti Jepang dan Jerman.
Output jangka panjangnya, kompetensi premium tersebut wajib dibawa pulang oleh para purna pekerja migran demi mempercepat roda pembangunan di daerah asal mereka, khususnya Kalimantan Selatan.
"Kita mendesain agar anak-anak bangsa berangkat sebagai talenta global yang profesional, menimba ilmu, teknologi, dan etos kerja di negara maju, untuk kemudian membawa pulang kompetensi terbaiknya demi membangun tanah air," beber Mukhtarudin.
Pemerintah membuktikan bahwa jalur profesional ini bukan sekadar wacana di atas kertas kerja. Data internal mencatat sejumlah kampus di Banjarmasin telah sukses mengirimkan alumninya sebagai perawat (nurse) resmi di Jerman dan Jepang, disusul dengan pelepasan ratusan pekerja migran dalam skema Government to Government (G to G) baru-baru ini.
Menteri P2MI meminta para mahasiswa berani bermimpi besar tanpa perlu merasa terbatasi oleh sekat geografis daerah.
"Rumusnya jelas, berangkatlah dengan bangga, belajarlah dengan giat, dan kembalilah dengan gagah membawa perubahan untuk Kalimantan Selatan. Jika memiliki kesempatan untuk belajar, bekerja, dan berkembang di tingkat global, raihlah dengan kompetensi yang kuat dan melalui jalur yang aman," pungkas Mukhtarudin. (af)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



