
Pemerintah Buka Peluang Kerja Sektor Keperawatan ke Jerman Melalui Jalur Resmi

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Federal Jerman resmi menyepakati kerja sama strategis Global Skills Partnership yang berfokus pada penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor formal, khususnya di bidang keperawatan.
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dalam pertemuan kenegaraan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, yang turut mendampingi Presiden Prabowo, menyatakan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem penempatan tenaga kerja yang ideal.
Melalui skema ini, tenaga kesehatan asal Indonesia akan mendapatkan pelatihan berstandar internasional sebelum diberangkatkan agar siap bersaing di pasar kerja Jerman yang memiliki standar kualifikasi tinggi.
"Kesepakatan ini menjadi tonggak penting bagi penempatan Pekerja Migran Indonesia sektor formal di Eropa," ujar Menteri Mukhtarudin di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
"Ini adalah langkah konkret pemerintah untuk memastikan talenta keperawatan kita tidak hanya mendapatkan peluang kerja yang luas di luar negeri, tetapi juga jaminan bahwa mereka bekerja melalui jalur yang aman, legal, transparan, dan berkualitas," tambah Mukhtarudin.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyampaikan apresiasi mendalam atas penguatan sinergi strategis kedua negara di sektor ketenagakerjaan tersebut.
Presiden menegaskan bahwa sektor kesehatan, khususnya keperawatan, merupakan salah satu pilar kekuatan talenta Indonesia yang siap bersaing secara global dengan standardisasi yang tepat.
"Di bidang tenaga kerja kesehatan, kami sangat apresiasi penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan," ujar Presiden Prabowo.
Selain sektor keperawatan, Presiden Prabowo secara lugas mendorong Pemerintah Jerman untuk memperluas komitmen ini ke industri-industri yang padat teknologi dan membutuhkan keahlian khusus bagi generasi muda di masa depan, seperti digitalisasi dan industri hijau.
Hal ini diharapkan mampu memicu transfer pengetahuan (transfer of knowledge) ketika para pekerja tersebut kembali ke tanah air kelak.
"Indonesia juga ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi (high-tech)," kata Presiden Prabowo.
Menteri Mukhtarudin menambahkan bahwa kerja sama ini didesain sebagai investasi jangka panjang Indonesia, bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja di Jerman.
Melalui perluasan ke sektor teknologi tinggi yang digaungkan oleh Presiden, generasi muda Indonesia diharapkan dapat menyerap etos kerja, ekosistem inovasi, dan keahlian mutakhir dari salah satu negara industri termaju di dunia tersebut.
"Penguatan kompetensi yang terstruktur dan kepatuhan penuh pada jalur prosedural, kerja sama bilateral ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan talenta profesional Indonesia di panggung global, sekaligus membawa pulang inovasi demi kemajuan industri di tanah air," imbuh Menteri P2MI.
Menteri P2MI mengimbau seluruh masyarakat, khususnya generasi muda yang berminat meniti karier di luar negeri, untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin melalui fasilitas pelatihan bahasa dan kompetensi teknis yang disediakan pemerintah.
"Peluang kerja dunia kini terbuka sangat lebar, salah satunya ke Jerman. Kami meminta masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini dengan terus meningkatkan kompetensi diri. Pastikan untuk selalu menggunakan jalur resmi dan prosedural demi keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan selama bekerja di negara penempatan," pungkas Menteri Mukhtarudin. (af)
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.

