
PMI Sukabumi di Jeddah Didiagnosis Menderita Tumor Otak

VOICEINDONESIA.CO, Sukabumi – Suami korban, Erwin Susman (43), mengungkapkan penderitaan istrinya bermula dari keberangkatan mandiri pada akhir November 2022 menggunakan visa ziarah, bukan visa kerja resmi.
"Setahu saya mah visanya visa ziarah. Pas berangkat, istri bilang sudah ada yang menjemput di bandara di Arab Saudi, istilahnya calling visa," ujarnya di kediamannya, Jalan RA Kosasih, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jumat (10/7/2026).
Masalah mulai muncul ketika Evi tidak pernah dibuatkan izin tinggal oleh majikannya. Saat masa kontrak habis dan Evi berniat pulang, sang majikan menolak memberikan izin. Gaji Evi selama dua hingga tiga bulan pun sengaja ditunda-tunda dan tidak kunjung dibayarkan hingga akhirnya Evi memutuskan kabur.
"Dibilangnya nanti, nanti, tapi enggak dikasih juga. Malahan mau izin minta pulang juga enggak boleh. Makanya istri akhirnya kabur," tutur Erwin.
Selama hampir dua tahun menjadi pekerja ilegal, Evi hidup dalam kondisi serba kekurangan dengan pekerjaan serabutan. Pendapatannya yang tidak menentu membuat Evi harus berjuang keras hanya untuk makan sehari-hari.
"Kerja kayak serabutan di luar. Ya kalau ada kerjaan ada makan, kalau enggak ya kadang ibaratnya makan enggak makan lah," kata Erwin dengan suara bergetar.
Di tengah upayanya mengumpulkan uang untuk ongkos pulang, kondisi kesehatan Evi menurun drastis. Pada akhir Mei 2026 ia mulai mengeluhkan sakit dan jatuh koma pada Juni 2026. Tim medis di Jeddah menyatakan Evi mengidap tumor otak dan telah menjalani dua kali operasi tanpa pemberitahuan keluarga.
"Dengar-dengar dari dokter di sana katanya tumor otak. Justru saya ingin tahu kronologinya seperti apa, cuma pihak sana enggak menjelaskan ke saya. Tahu-tahunya sudah dioperasi dua kali saja," ungkapnya bingung.
Pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Serikat Buruh Migran Indonesia dan perwakilan pemerintah daerah setempat sudah sempat datang menemui keluarga. Erwin kini menitipkan harapannya kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar bisa memfasilitasi kepulangan istrinya ke tanah air.
"Mohon bantuannya agar bisa membantu kepulangannya ke Indonesia dalam keadaan hal apa pun. Mudah-mudahan bisa berkumpul kembali dengan keluarga karena anak-anaknya sangat membutuhkan ibunya," pungkasnya penuh harap.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



