VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co

7 Tahun VOICEIndonesia.co — bagikan kritik, saran, apresiasi, atau ucapan Anda!

Kirim Pesan
Ketenagakerjaan

Pungutan Liar dan Lemahnya Pengawasan Jadi Biang Kerok Suburnya Jaringan TPPO

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi
VOICE Indonesia di Google
ilustrasi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO)
Ilustrasi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang mengalami penyekapan dan eksploitasi(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Maraknya sindikat perdagangan orang melalui pengiriman pekerja migran secara ilegal disebut tak lepas dari longgarnya pengawasan di pintu-pintu keberangkatan. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menuding celah pungutan liar di sejumlah titik pengawasan turut membuka jalan bagi jaringan TPPO untuk terus beroperasi.

Sahroni menuntut jalur resmi keberangkatan pekerja migran dipermudah agar masyarakat tidak lagi tergoda memakai jasa calo ilegal. Menurutnya, penegakan hukum tidak akan efektif jika tata kelola di lapangan tetap dibiarkan bobrok.

"Permudah jalur resmi, tutup celah pungutan liar, dan perketat pengawasan di setiap pintu keluar negara, karena di situlah sindikat biasa bermain," katanya pada Rabu (29/7/2026).

Ia menyebut modus sindikat kian rapi sehingga korban terus berjatuhan, dan menilai penindakan yang hanya menyasar perekrut di lapangan tidak akan menghentikan laju kejahatan ini.

Sahroni mendorong Polri, KP2MI, dan Direktorat Jenderal Imigrasi mengambil langkah luar biasa untuk membongkar jaringan sampai ke otaknya, bukan sekadar menangkap pelaku kelas bawah.

Politikus NasDem itu menegaskan negara wajib hadir sejak awal proses keberangkatan pekerja migran, sebab mereka berangkat untuk mencari penghidupan yang lebih baik dan menyumbang devisa negara.

"Jangan berhenti diperekrut lapangan saja, harus dibongkar sampai ke akar, karena mereka berangkat bukan untuk jadi korban mafia perdagangan orang," pungkasnya.

Ringkasan AI

Longgarnya pengawasan dan adanya pungutan liar di pintu keberangkatan pekerja migran mempermudah jaringan perdagangan orang ilegal beroperasi. Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mendesak perbaikan jalur resmi dan penindakan menyeluruh hingga ke otak sindikat agar kejahatan ini bisa dihentikan.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Calon PMI Kini Bisa Akses Pembiayaan Penempatan ke KoperasiPekerja Migran Indonesia

Calon PMI Kini Bisa Akses Pembiayaan Penempatan ke Koperasi

Afifah· 30 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.