VOICEINDONESIA.CO, Bangkalan – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara operasional sebanyak 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Langkah tegas ini diambil menyusul ditemukannya sejumlah pelanggaran izin operasional hingga munculnya kasus keracunan makanan di wilayah tersebut.
Kepala Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bangkalan, Bambang Budi Mustika, mengonfirmasi penghentian sementara kegiatan di belasan fasilitas penyedia makanan tersebut pada Rabu (29/7/2026).
"Ke 12 SPPG yang ditutup ini bersifat sementara," kata Kepala Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bangkalan Bambang Budi Mustika di Bangkalan.
Bambang membeberkan bahwa inspeksi mendadak oleh tim gabungan Satgas MBG dan BGN menemukan berbagai kelalaian administrasi maupun teknis. Beberapa di antaranya mencakup belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), ketiadaan tenaga ahli gizi pendamping, hingga kekosongan posisi pimpinan unit pengolah.
"Ada pula SPPG yang belum memiliki kepala SPPG, sehingga masih menunggu proses penggantian untuk bisa beroperasi," kata Bambang Budi Mustika.
Lebih rinci, Bambang mengungkapkan bahwa pelanggaran yang ditemukan bervariasi di tiap lokasi, mulai dari masalah sanitasi hingga penundaan pencairan dana operasional.
"Menurut Bambang, ada satu SPPG yang belum memiliki IPAL, selebihnya belum memiliki ahli gizi, dan ada pula karena kasus keracunan makanan. Kasus lainnya yang menyebabkan BGN menutup operasional sementara SPPG di Bangkalan karena belum menerima pencairan dana di virtual account," kata Bambang Budi Mustika.
Pihaknya memastikan bahwa penghentian operasional ini tidak bersifat permanen dan fasilitas dapat dibuka kembali jika seluruh kekurangan telah dibenahi sesuai standar kualifikasi program nasional.
"Jadi, sekali lagi sifatnya sementara, akan kembali bisa beroperasi apabila kelengkapan persyaratan telah terpenuhi," sambungnya menegaskan.
Berdasarkan data Satgas MBG hingga 28 Juli 2026, Kabupaten Bangkalan sejatinya mencatatkan sebanyak 128 unit SPPG yang aktif beroperasi untuk melayani kebutuhan nutrisi harian bagi 297.026 warga penerima manfaat.


















