Baca Juga : Pertamina Antisipasi Kenaikan Konsumsi LPG di Jatimbalinus Krisis avtur ini bukan hanya masalah Indonesia. Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional, Fatih Birol memperingatkan krisis bahan bakar avtur dan diesel akibat konflik Timur Tengah sudah melanda Asia dan diperkirakan merambat ke Eropa pada April hingga menjelang Mei 2026. Volume minyak yang hilang pada April bahkan diprediksi dua kali lebih besar dibanding Maret sehingga berpotensi memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di banyak negara berkembang. CEO Lufthansa Carsten Spohr turut memperingatkan ancaman kelangkaan bahan bakar jet terutama di luar Eropa akibat gangguan pasokan yang dipicu konflik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Berdasarkan data yang dirilis Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menunjukkan harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta per 1 April 2026 berada di angka Rp23.551 per liter. Angka itu masih di bawah Thailand yang mematok Rp29.518 per liter dan Filipina di angka Rp25.326 per liter. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Meratifikasi Konvensi ILO 188: Janji Kesejahteraan Bagi Pahlawan Laut Indonesia
Baca Berita Lainnya di Google News














