VOICEINDONESIA.CO, Sidoarjo – Nilai pendidikan karakter dan penghormatan terhadap guru menjadi pesan utama dalam puncak Reuni Akbar 46 Tahun SMAN 1 Krian (SMANIKA) yang diselenggarakan Jl. Gubernur Sunandar Prijosoedarmo No.5, Sidowaras, Kraton, Kec. Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur Minggu (27/9/2026).
Ribuan alumni dari angkatan tahun 1983 hingga tahun 2026 hadir di sekolah. Rangkaian acara diawali prosesi kirab pataka oleh siswa-siswi SMANIKA yang mengiringi kepala sekolah dan dewan guru menuju panggung utama. Tradisi ini menjadi pembelajaran langsung bagi siswa tentang pentingnya menghormati jasa pendidik.
Ketua Komite SMAN 1 Krian yang juga Ketua Apindo Sidoarjo, Haji Sukiyanto, S.E., alumni angkatan 1984, menilai momen tersebut sebagai pendidikan lintas generasi.
"Reuni akbar ini adalah potret luar biasa dan ajang silaturahmi yang menyatukan lintas generasi. Mulai dari anak, bapak, hingga cucu kini ada yang sekolah di sini. Pertemuan seperti ini tanpa disadari adalah obat mujarab yang membuat kita sehat," ujarnya.
Ia juga menekankan peran alumni dalam memajukan dunia pendidikan. Salah satu contohnya, Camat Krian yang merupakan lulusan SMANIKA. Menurutnya, komunikasi dan silaturahmi adalah kunci kesuksesan yang harus ditanamkan sejak di bangku sekolah.
Tak hanya seremoni, reuni ini melahirkan program pendidikan berkelanjutan. Program jangka pendek berupa gerakan solidaritas alumni untuk menyediakan beasiswa bagi siswa SMANIKA yang kurang mampu, serta bantuan bagi alumni yang sakit atau tertimpa musibah.
Sementara program jangka panjang akan memperluas dan melanjutkan program beasiswa tersebut secara berkelanjutan demi kemaslahatan pendidikan.
Para alumni berharap reuni akbar dapat digelar secara rutin setiap 3 hingga 5 tahun untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan kekeluargaan besar SMANIKA.(joe)



























