VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Konser penyanyi kenamaan asal Amerika Serikat, Kanye West atau akrab disapa Ye di Jakarta pada Oktober 2026 dinilai menjadi momentum bagi penguatan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. Kementerian Ekonomi Kreatif berharap gelaran berskala internasional tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membuka peluang bagi talenta kreatif Tanah Air.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan konser internasional dapat menjadi ruang bagi pekerja, vendor, kreator, desainer, musisi, hingga pelaku kreatif lainnya untuk mendapatkan pengalaman dengan standar industri global.
“Kami ingin melihat konser internasional bukan hanya sebagai sebuah pertunjukan, tetapi sebagai bagian dari proses upskilling dan upscaling ekosistem ekraf,” ujar Teuku Riefky dalam pertemuan dengan Raw Vision Collective (RVC) di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Konser YE Live in Jakarta 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pertunjukan ini menjadi konser perdana Kanye West di Indonesia sekaligus satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang masuk dalam tur Ye tahun ini.
Kementerian Ekraf berharap skala internasional konser tersebut turut membuka ruang kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif lokal. Menurut Teuku Riefky, kesempatan ini dapat menjadi golden moment bagi wirausaha dan talenta kreatif Indonesia untuk meningkatkan kapasitas serta memperluas jejaring ke industri global.
Sementara itu, Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, Karen Tjahja, mengatakan antusiasme terhadap konser tersebut juga datang dari penonton mancanegara, antara lain Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand.
"Ini merupakan penampilan perdana YE di Indonesia, sekaligus menjadikan Jakarta sebagai satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang dikonfirmasi dalam tur YE tahun ini", ungkap Karen.
Konser akan mengusung konsep Globe Stage, yakni panggung 360 derajat yang menempatkan penonton di pusat pengalaman pertunjukan.
Karen berharap keterlibatan Kementerian Ekraf dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas antara penyelenggara, industri hiburan internasional, dan talenta kreatif Indonesia sehingga memberikan nilai jangka panjang bagi ekosistem ekonomi kreatif nasional. (rnm)



























