VOICE Indonesia
Internasional

Inggris Bakal Kumpulkan 35 Negara, Bahas Pembukaan Selat Hormuz

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Inggris Bakal Kumpulkan 35 Negara, Bahas Pembukaan Selat Hormuz
Inggris Bakal Kumpulkan 35 Negara, Bahas Pembukaan Selat Hormuz
VOICEINDONESIA.CO, London - Inggris akan menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri dari 35 negara pada pekan ini guna membahas upaya pembukaan kembali Selat Hormuz. Pertemuan ini merupakan langkah diplomatik untuk memulihkan kebebasan navigasi dan keamanan maritim di Teluk setelah Iran menutup jalur vital tersebut. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer mengumumkan Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper akan menerima perwakilan negara-negara tersebut untuk pertama kalinya akhir pekan ini. Pertemuan akan menilai seluruh langkah diplomatik dan politik yang layak diambil. "Hari ini, saya dapat mengumumkan bahwa akhir pekan ini, Menteri Luar Negeri Inggris akan menerima perwakilan negara-negara itu untuk pertama kali," kata Starmer kepada wartawan di London, Rabu (1/4/2026). Inggris telah menyatukan suara dari 35 negara lewat pernyataan niat untuk bersama-sama mendorong keamanan maritim di seluruh Teluk. Menteri Pertahanan Inggris John Healey telah berada di Timur Tengah untuk berbicara dengan mitra terkait upaya ini. Para diplomat senior akan mempertimbangkan kemungkinan penerapan sejumlah langkah diplomatik dan politik untuk memulihkan kebebasan navigasi. Mereka juga akan memastikan keselamatan kapal dan pelaut yang terdampar serta melanjutkan lalu lintas kapal komersial. "Di mana kami akan menilai seluruh langkah diplomatik dan politik yang layak untuk kami ambil dalam memulihkan kebebasan navigasi," ujarnya.

Baca Juga : 20 Kapal Pakistan Aman Melintasi Selat Hormuz Setelah pertemuan para menlu berlangsung, mereka kemudian akan mengadakan pertemuan dengan para perencana militer untuk membahas langkah-langkah yang mungkin diambil. Pertemuan ini bertujuan memastikan keamanan Selat Hormuz setelah perang berakhir. Sebelumnya, para perwakilan 35 negara telah menyatakan kesediaan mereka untuk membantu memastikan kelancaran lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz di tengah ketegangan seputar Iran. Negara-negara tersebut juga memperingatkan bahwa gangguan terhadap pelayaran internasional dan rantai pasokan energi global merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional. Pertemuan ini menjadi upaya diplomatik penting untuk mengatasi krisis energi global akibat penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Menakar Urgensi Transformasi Total KemenP2MI demi Perlindungan Paripurna

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#Pembukaan selat hormuz#Perdana Menteri Inggris#perkumpulan Menlu
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.