VOICEINDONESIA.CO, Jakarta — Tiga prajurit TNI gugur akibat serangan di Lebanon Selatan beberapa waktu lalu. Konvoi logistik UNIFIL yang mengangkut prajurit Indonesia dihantam ledakan bom di pinggir jalan hingga menghancurkan kendaraan mereka dan merenggut nyawa dua anggota Kontingen Garuda sekaligus.
Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, Jean Pierre Lacroix membenarkan konvoi itu diserang tepat di dekat Bani Hayyan.
"Pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia gugur dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan," kata Lacroix pada Senin (30/3/2026) lalu.
Dua prajurit yang gugur dalam insiden itu adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwaan. Sehari sebelumnya pada 29 Maret Praka Farizal Rhomadhon juga gugur akibat ledakan proyektil di sekitar Adchit Al Qusayr sehingga total tiga anggota TNI kehilangan nyawa dalam rentang dua hari.
Sementara itu, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric mengungkap temuan awal penyelidikan yang memastikan bom pinggir jalan menjadi penyebab gugurnya dua prajurit itu dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).
"Temuan awal terkait insiden di Bani Hayyan pada 30 Maret yang menewaskan dua pasukan penjaga perdamaian menunjukkan bahwa ledakan di pinggir jalan menghantam konvoi mereka," kata Dujarric.
Baca Juga : Pemerintah Diminta Evaluasi Penugasan TNI di Lebanon Usai Tewaskan Prajurit
Dujarric memperingatkan eskalasi di Lebanon membawa dampak buruk luar biasa bagi warga sipil dan infrastruktur serta mengancam keselamatan seluruh pasukan perdamaian PBB yang bertugas di sana.
"Hal ini juga sangat membahayakan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB," tegasnya.
Sejak awal Maret Israel menggempur Lebanon Selatan secara masif dengan dalih menargetkan aset Hizbullah. Kelompok milisi itu membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel sehingga ketegangan di kawasan terus meningkat tanpa tanda-tanda mereda. (Sin/Ah)
Pilihan Redaksi : Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan
Baca Berita Lainnya di Google News


























