
Respons Pernyataan Trump, Iran Ancam Serang Pusat Energi Negara Teluk yang Tampung Militer AS

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Angkatan bersenjata Iran mengancam akan menyerang pusat-pusat bahan bakar, energi, ekonomi, dan pembangkit listrik di negara-negara Teluk yang terus menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat. Ancaman ini merupakan respons langsung terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berencana menargetkan infrastruktur sipil Iran.
Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, menegaskan serangan akan berfokus pada sektor-sektor vital di seluruh wilayah dan wilayah pendudukan. "Mengenai penghancuran jembatan, pembangkit listrik, dan infrastruktur listrik dan energi Iran, kami sekali lagi memperingatkan," kata Zolfaghari dalam pernyataannya, dilansir media Iran Press TV, Sabtu (4/4/2026). Iran memberikan ultimatum kepada negara-negara regional untuk segera mengusir pasukan AS dari wilayah mereka. Jika ultimatum ini diabaikan, mereka akan menghadapi serangan yang menghancurkan terhadap infrastruktur vital seperti fasilitas energi dan pembangkit listrik. Zolfaghari mengingatkan jika Trump melaksanakan ancamannya menghancurkan infrastruktur Iran, maka angkatan bersenjata Republik Islam akan merespons dengan kekuatan luar biasa. Iran tidak hanya akan menyerang aset AS dan Israel, tetapi juga infrastruktur negara-negara yang mendukung keberadaan mereka.Baca Juga : Berbalik Arah, Trump Kini Terang-terangan Incar Minyak Iran Juru bicara Iran memperingatkan serangan akan menargetkan sektor-sektor yang lebih penting dan luas. Tidak hanya ibu kota AS dan Israel, tetapi juga negara-negara tuan rumah dan sekutu yang memberikan dukungan kepada kedua negara tersebut akan menjadi sasaran serangan balasan. "Sebagai tanggapan terhadap retorika provokatif Presiden AS dan ancaman berulang-ulangnya," tegas Zolfaghari. Zolfaghari menegaskan angkatan bersenjata Iran siap melancarkan serangan terhadap pusat-pusat vital di negara-negara yang terus memberikan dukungan kepada AS. Serangan ini akan lebih parah dan menghancurkan dibandingkan serangan-serangan sebelumnya yang pernah dilakukan Iran. Peringatan keras ini menandai eskalasi baru dalam ketegangan antara Iran dan AS di kawasan Timur Tengah. Iran menunjukkan keseriusannya untuk mempertahankan kedaulatannya dengan mengancam tidak hanya musuh langsung, tetapi juga negara-negara yang memberikan fasilitas kepada musuh. Markas besar pusat angkatan bersenjata Iran juga akan menargetkan aset-aset Amerika dan Israel yang tersebar di berbagai negara. Ancaman ini merupakan bagian dari strategi Iran untuk memaksa negara-negara Teluk meninjau kembali hubungan militer mereka dengan Washington dan menghentikan dukungan terhadap operasi militer AS di kawasan. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Sikap Pasif Pengawas: TKA Merajalela, TKI Tergusur di Negeri Sendiri
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



