
Trump Klaim AS Pegang kendali Penuh di Selat Hormuz

VOICEINDONESIA.CO, Washington – Presiden AS Donald Trump mengklaim pihaknya memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dengan blokade yang 100 persen efektif. Trump menyebut blokade tersebut seperti tembok baja yang tidak bisa ditembus kapal manapun.
Trump menegaskan AS menentang segala bentuk pungutan tol pada pengiriman barang melalui Selat Hormuz karena merupakan jalur air internasional. Iran saat ini tidak mengenakan tol atas kapal yang melintas di selat strategis tersebut.
"Kami memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dengan blokade kami yang 100 persen efektif, tidak ada yang bisa melewatinya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Kamis (21/5/2026).
Trump menjelaskan AS sedang memantau negosiasi yang dilaporkan antara Iran dan Oman mengenai kemungkinan pungutan tol di Selat Hormuz. Ia menegaskan pasukan AS mempertahankan kendali penuh atas lalu lintas maritim di jalur air strategis tersebut.
Presiden AS mengklaim Iran menderita kerugian finansial besar karena pembatasan aktivitas pengiriman barang akibat blokade yang diberlakukan. Trump menyebut blokade tersebut seperti tembok baja yang tidak dapat ditembus.
"Kami sedang mempertimbangkannya, kami mendengarnya tentang negosiasi Iran-Oman," ujarnya.
Trump menegaskan AS tidak menginginkan adanya tol di jalur air internasional tersebut. Ia menyebut Selat Hormuz merupakan jalur air internasional yang saat ini tidak dikenakan pungutan apapun.
Presiden AS juga menyatakan Iran tidak akan diizinkan menyimpan uranium yang diperkaya. Trump bersumpah akan mengambil seluruh uranium yang diperkaya dari Iran dan kemungkinan akan menghancurkannya setelah mendapatkannya.
"Kami akan mendapatkan uranium yang diperkaya, kami mungkin akan menghancurkannya setelah mendapatkannya," kata Trump.
Trump menegaskan kembali AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. AS saat ini sedang bernegosiasi dan akan mendapatkan uranium Iran dengan cara apapun.
Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Teheran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di Teluk bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan namun pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan langgeng. Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar ke atau dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.
"Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir," tegasnya.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



