VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Kemnaker Manfaatkan AI untuk Verifikasi Mitra dan Peserta MagangHub

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: M. Rizki2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Lima orang duduk mengelilingi meja bundar putih di ruang lobi hotel. Dua orang berseragam duduk di sofa krem, sementara tiga orang lainnya duduk di kursi hijau di sisi kiri dan kanan. Di latar belakang tampak jendela besar dan tanaman palem.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi berbincang dengan peserta magang di sebuah hotel di Yogyakarta.(Foto: Voiceindonesia.co/Humas Kemnaker)

VOICEINDONESIA.CO, Yogyakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam verifikasi Program Magang Nasional (MagangHub).

Teknologi ini membantu menelaah informasi mitra penyelenggara dan peserta. Penelaahan mencakup kewajaran kuota serta pola pendaftaran yang tidak lazim.

“AI kita manfaatkan untuk membantu melihat apakah ada kelompok perusahaan yang berada dalam kendali satu operator, bagaimana bonafiditas perusahaan, dan apakah kuota yang diusulkan masih wajar dibandingkan dengan kapasitas perusahaan,” ujar Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dalam kegiatan Monitoring Program Pemagangan Nasional di De Djokja Malioboro Hotel, Yogyakarta, Selasa (29/9/2026).

Cris menjelaskan AI membantu Kemnaker melihat keterkaitan antarkelompok perusahaan dalam verifikasi mitra penyelenggara. AI juga membantu menilai kewajaran kuota berdasarkan kapasitas perusahaan.

Pada seleksi peserta, AI menelaah data pendaftar dan lowongan. Penelaahan itu mencari pola yang perlu diperiksa lebih lanjut, antara lain sebaran peserta, asal wilayah, dan kesesuaian program studi dengan lowongan.

“Dalam seleksi peserta, AI juga membantu kita melihat pola-pola yang tidak lazim, misalnya peserta pada suatu perusahaan terkonsentrasi dari alumni kampus tertentu, sebagian besar berasal dari luar wilayah perusahaan, atau program studinya tidak sesuai dengan lowongan yang tersedia,” kata Cris.

Ia menyebut Program Magang Nasional melibatkan mitra penyelenggara, lowongan, dan peserta dalam jumlah besar. Analisis berbasis AI membantu menemukan pola dalam kumpulan informasi tersebut. Tim kemudian menelaah pola itu dalam proses pemeriksaan.

Cris menegaskan pemanfaatan AI tidak dimaksudkan menggantikan proses verifikasi dan pemeriksaan. Hasil analisis AI menjadi salah satu bahan pemeriksaan sesuai mekanisme yang berlaku.

Ringkasan AI

Kementerian Ketenagakerjaan (Kem

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Luncurkan IKENI SIGAP, Layanan Imigrasi Kendari 24 JamImigrasi

Luncurkan IKENI SIGAP, Layanan Imigrasi Kendari 24 Jam

M. Rizki· 29 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.