
Sekolah Rakyat Siap Tampung 30 Ribu Siswa Tahun Ini

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) tengah mematangkan proses seleksi program Sekolah Rakyat (SR) dengan target kuota mencapai 30.000 siswa pada tahun ini.
Program beasiswa penuh ini diprioritaskan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem (desil-1) dan kategori miskin (desil-2) di seluruh Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa pemenuhan kuota tersebut bergantung pada ketepatan waktu pembangunan gedung permanen.
"Kita lagi persiapan untuk seleksi tahun ini. Memang ada alokasi 30.000 siswa. Kalau semua gedung permanennya selesai, Insya Allah jumlah itu bisa ditampung," ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Calo PMI Ilegal di LombokSaat ini, Kemensos terus bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membangun infrastruktur pendidikan yang masing-masing dirancang menampung 300 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi khusus agar proses seleksi dilakukan secara transparan dan objektif.
Gus Ipul menegaskan tidak akan menoleransi adanya praktik suap maupun "titipan" dalam penerimaan siswa baru.
Baca Juga: Sinergi P2MI dan UI Bangun Ekosistem Pekerja Migran TerampilTim seleksi yang melibatkan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta Badan Pusat Statistik (BPS) diminta bekerja profesional untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
"Arahan Presiden sangat jelas, tim seleksi jangan main-main. Tidak ada titipan, tidak ada suap-menyuap. Benar-benar mereka yang memenuhi kriteria yang bisa sekolah di sana," tegas Gus Ipul.
Nantinya, penetapan final calon siswa akan diputuskan melalui keputusan kepala daerah guna menjamin validitas data kemiskinan di lapangan.
Selain fokus pada infrastruktur, pemerintah juga sedang menyiapkan kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk menunjang operasional Sekolah Rakyat. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Berhenti Memanjakan “Scammer” Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea SelatanPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



