VOICE Indonesia
Nasional

Serangan Amerika ke Venezuela Jelas Proyek Jangka Panjang

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Serangan Amerika ke Venezuela Jelas Proyek Jangka Panjang
Serangan Amerika ke Venezuela Jelas Proyek Jangka Panjang
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta Pusat – Tekanan Amerika Serikat terhadap Venezuela dinilai tidak bisa dibaca sebagai penegakan hukum, melainkan bagian dari proyek panjang dalam rangka intervensi dan dominasi tidak hanya di Amerika Latin tapi secara global. Orator perwakilan Mahasiswa Tanpa Kelas, Isfa’zia Ulhaq, menegaskan bahwa kedaulatan Venezuela semestinya dihormati sebagai prinsip dasar hubungan antarnegara. “Kedaulatan dan kemerdekaan negara Venezuela merupakan konsensus normatif yang semestinya dihormati sebagai dasar koeksistensi yang setara,” katanya. Ulhaq menyatakan penangkapan Nicolas Maduro dan istrinya atas instruksi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan intervensi militer tidak bisa dipersempit sebagai persoalan hukum narkoterorisme. “Terjadinya penangkapan Nicolas Maduro dan istrinya atas instruksi presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan intervensi militernya, bukan hanya fenomena hukum yaitu tuduhan narkoterorisme seperti yang didakwakan oleh pengadilan Amerika belaka kepada pimpinan Venezuela,” katanya. Menurut Ulhaq, gejolak ini tidak muncul tiba-tiba, tetapi merupakan akumulasi konflik panjang antara kedaulatan Venezuela dan ambisi Amerika Serikat. Baca Juga : 37 WNI di Venezuela Dalam Kondisi Aman “Gejolak ini bukanlah begitu saja terjadi, ini adalah perjalanan panjang Venezuela mempertahankan jalan atas kedaulatan negaranya sendiri dengan revolusi sosialismenya dan Amerika yang mengupayakan intervensi penguasaan terhadap Venezuela atau dapat kita sebut dengan imperialisme,” ujarnya. Ulhaq menilai apa yang terjadi hari ini adalah puncak dari ketimpangan kekuasaan global yang sangat timpang. “Apa yang terjadi hari ini merupakan puncak dari representasi dari ketimpangan kekuasaan global yang sangat timpang,” tegasnya. Baca Juga : WNI Harus Terpantau KBRI Caracas Ulhaq menyebut Amerika Serikat menunjukkan kekuatan hegemoninya terhadap negara-negara yang memilih jalan politiknya sendiri, termasuk Venezuela. “Amerika Serikat menunjukan kekuatan hegemoni nya terhadap negara-negara lain yang memilih jalan politiknya sendiri termasuk Venezuela,” ujarnya. Ulhaq memperingatkan pola ini tidak menutup kemungkinan telah, sedang, dan akan semakin besar terjadi di Indonesia. “Dan tidak menutup kemungkinan telah, sedang dan akan semakin besar terjadi di Indonesia juga,” tegasnya. Ulhaq menegaskan pemerintah dan masyarakat Indonesia harus bersolidaritas serta menolak kerja sama yang tidak seimbang atau eksploitatif. “Pemerintah serta masyarakat Indonesia haruslah bersolidaritas atas apa yang terjadi dan bersikap menolak kerjasama yang tidak seimbang atau eksploitatif terhadap Indonesia sebagai penegasan kepada kedaulatan rakyat, anti-hegemoni dan penolakan atas kapitalisme global,” ujarnya. Juru Bicara GEBRAK, Tegar Afriansyah menyebut agresi Amerika Serikat terhadap Venezuela telah berbentuk operasi militer, pembajakan, dan perang ekonomi, Selasa (06/01/2026). “Serangkaian operasi imperialis AS belakangan meliputi pembajakan terang-terangan di laut lepas, pengeboman dan penembakan kapal-kapal kecil di Karibia, serta pembatasan terhadap warga negara Venezuela yang berada di atas kapal,” tegasnya. GEBRAK menyatakan korban dari tindakan tersebut hampir pasti adalah nelayan dan rakyat kecil yang tidak bersalah, sementara negara dipaksa menanggung dampak ekonomi berlapis. Tegar juga menegaskan embargo dan blokade telah memperparah krisis pangan, kesehatan, dan energi, serta meningkatkan beban sosial rakyat Venezuela. Aksi ini didukung oleh Konfederasi KASBI, KPBI, SGBN, KSN, Jarkom SP Perbankan, KPA, SEMPRO, KPR, FPBI, SMI, LMID, Fajar, LBH Jakarta, YLBHI, WALHI, Greenpeace, Trend Asia, Aliansi Jurnalis Independen, KontraS, BEM STIH Jentera, Rumah Amartya, Pembebasan, LIPS, Perempuan Mahardhika, KSPTMKI, DFW, PKBI, Perserikatan Sosialis, Organisasi Kaum Muda Sosialis, serta jaringan buruh, mahasiswa, jurnalis, pegiat HAM, dan lingkungan.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#Aksi Kedubes AS#amerika#Venezuela
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.