
Stok BBM Aman, Panic Buying Justru Timbulkan Gangguan Keseimbangan Distribusi

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN RI) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying.
Fenomena ini dilaporkan terjadi di sejumlah daerah seperti Jember, Medan, dan Aceh, yang dipicu oleh isu potensi gangguan pasokan energi akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Ketua BPKN RI, Mufti Mubarok, menegaskan bahwa kepanikan masyarakat justru dapat menciptakan kelangkaan semu di lapangan.
Baca Juga: Ini Keuntungan Program Magang Nasional Bagi Perusahaan
Menurutnya, pembelian yang tidak wajar akan mengganggu keseimbangan distribusi nasional yang sebenarnya masih dalam kondisi aman.
“BPKN mengimbau masyarakat agar tidak panik. Konsumen BBM sebaiknya tetap tenang, waspada terhadap situasi global, tetapi tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” ujar Mufti di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Mufti menjamin bahwa Indonesia memiliki cadangan sumber energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Alih-alih menimbun BBM, masyarakat disarankan untuk mulai meningkatkan efisiensi energi, seperti lebih bijak dalam bermobilitas atau beralih menggunakan transportasi umum.
Baca Juga: Buruan Daftar! Pelatihan Vokasi Gratis dari Kemnaker Diperpanjang hingga 24 Maret
Sejalan dengan hal itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa stok energi nasional saat ini masih terpantau aman.
BPKN juga telah meminta PT Pertamina (Persero) untuk memastikan kelancaran distribusi, terutama di jalur-jalur krusial menjelang periode arus mudik Lebaran 2026 agar tidak terjadi antrean panjang di SPBU.
“Negara tetap wajib hadir memastikan pasokan BBM bagi masyarakat apa pun caranya, karena energi merupakan kebutuhan strategis,” tegas Mufti.
Senada dengan pemerintah, pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, mengingatkan bahwa stabilitas pasokan BBM sangat bergantung pada perilaku konsumen.
Penggunaan energi secara bijak dinilai menjadi kunci utama agar distribusi tetap lancar di tengah ketegangan geopolitik dunia. (af/ri)
Pilihan Redaksi: Seleksi Ketat Atase: Tamatnya Era Pejabat Titipan? Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



