
Prabowo Klaim Pangkas Anggaran Tidak Produktif Hingga Rp308 Triliun

Baca Juga: Pemkot DKI Jakarta Timur Terima 84 Aduan THR Pemerintah secara spesifik memangkas biaya operasional yang tidak esensial, seperti biaya seremonial, pembelian alat tulis kantor (ATK), hingga pengadaan rutin komputer yang dilakukan hampir setiap tahun. Presiden juga menyoroti kebiasaan rapat dan seminar di luar kantor yang dianggap tidak menyentuh persoalan utama seperti pengentasan kemiskinan. Ketidakefisienan ini tercermin dari indikator Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang berada di level 6,5. Angka ini menunjukkan adanya inefisiensi sekitar 30% atau setara 75 miliar dolar AS dari total APBN yang mendekati Rp3.700 triliun. Baca Juga: Bea Cukai Buru Pemilik Yacht Pengemplang Pajak Guna menekan beban operasional negara lebih lanjut, Presiden Prabowo mewacanakan penerapan pola kerja baru. Skema pengurangan hari kerja atau bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) bagi sebagian besar pegawai pemerintah tengah dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang. "Saya kira kita bisa lakukan itu juga. Mungkin 75 persen karyawan atau pegawai bisa kerja dari rumah," tutur Presiden merujuk pada keberhasilan pola kerja saat masa pandemi COVID-19. Langkah efisiensi ini diharapkan dapat menutup celah penyimpangan anggaran sekaligus mengalokasikan dana negara pada sektor yang lebih produktif dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. (af/ri) Pilihan Redaksi: Reformasi Perlindungan Upah Awak Kapal Perikanan Asing Taiwan
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



