VOICE Indonesia
Nasional

Jumbo Jadi Pintu Gerbang Baru Sineas Film Indonesia Ekspansi ke Pasar Internasional

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Jumbo Jadi Pintu Gerbang Baru Sineas Film Indonesia Ekspansi ke Pasar Internasional
Jumbo Jadi Pintu Gerbang Baru Sineas Film Indonesia Ekspansi ke Pasar Internasional
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta — Art Supervisor film animasi Indonesia Jumbo, Chris Lie, menyebut keberhasilan film tersebut meraih lebih dari 10 juta penonton sepanjang 2025 telah membuka mata banyak pihak terhadap potensi animasi Indonesia yang selama ini tidak banyak disadari. Chris hadir dalam konferensi pers Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2026 di CGV Pacific Place, Jakarta, Rabu (22/4/2026), mewakili film Jumbo yang terpilih sebagai salah satu film Indonesia dalam lineup festival tahun ini. Ia menjelaskan bahwa perannya di film Jumbo mencakup seluruh aspek visual, mulai dari desain karakter, set, properti, hingga logo. Semua elemen visual yang tampil di layar merupakan hasil kerja timnya yang menerjemahkan naskah ke dalam bentuk visual. "Jumbo berhasil menjadi salah satu film terlaris di Indonesia di tahun 2025 dengan pencapaian sejuta penonton. Dan film Jumbo ini membuka mata banyak orang di Indonesia mengenai potensi film animasi di Indonesia yang sebelumnya tidak ada yang menyadarinya," ujar Chris. Chris juga merupakan alumni program Australia Awards di bidang film script writing and directing tahun 2025, di mana ia berkesempatan belajar di Griffith Film School, Brisbane. Pengalaman tersebut ia sebut sebagai titik balik penting dalam perjalanan kariernya. Di Australia, Chris tidak hanya belajar teknik sinematografi dan penulisan naskah dari para profesor berpengalaman, tetapi juga mendapat wawasan soal sistem pendanaan film dan kebijakan pemerintah Australia dalam mendukung ekosistem perfilman. "Di sana saya bertemu dengan banyak sineas, juga dosen dan juga para pemangku kebijaksanaan dari pemerintah Australia, di mana saya belajar banyak mengenai teknik dan juga funding dan juga kebijakan-kebijakan pemerintah Australia dalam membantu ekosistem perfilman," katanya.

Baca Juga : Ini Alasannya Sineas Film Indonesia Bisa Bicara Banyak di Pasar Global Ilmu yang ia bawa pulang dari Australia, menurut Chris, turut berkontribusi pada caranya bekerja di industri film Indonesia dan mendorongnya untuk terus berkarya lebih banyak. Ia bahkan mengungkapkan cita-cita terbesarnya secara terbuka di hadapan para tamu undangan dan awak media. "Saya ingin menjadi sutradara film, one day," ujarnya. Kehadiran Jumbo di FSAI 2026 juga ia lihat membawa dampak yang lebih luas dari sekadar penambahan penonton. Baginya, film animasi keluarga ini membuka segmen penonton baru bagi festival yang selama ini lebih dikenal di kalangan penonton dewasa. "Dengan hadirnya Jumbo ini juga membuka ruang untuk penonton anak-anak supaya bisa mengenal FSAI. Jadi tidak cuma orang yang sudah dewasa, tapi anak-anak juga sudah mulai kenal dengan Festival Sinema Australia Indonesia," katanya. Chris mengakhiri sambutannya dengan menyatakan keyakinannya bahwa kolaborasi antara Australia dan Indonesia di bidang perfilman akan terus berkembang, seiring dengan semakin banyaknya sineas Indonesia yang merupakan alumni program pendidikan di Australia. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Pahlawan Devisa Terancam Pancung, Presiden Jangan Hanya Menonton!

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#FSAI#jumbo#sineas film Indonesia
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.