
Impor Ratusan Ribu Pikap dari India Coreng Komitmen Pemerintah Majukan Industri Dalam Negeri

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mengkritik keras rencana PT Agrinas Pangan Nusantara yang akan mengimpor 105.000 unit mobil pikap secara utuh (completely built up/CBU) dari dua produsen India, Mahindra dan Tata Motors.
Kebijakan BUMN tersebut dinilai mencederai semangat industrialisasi nasional dan bertolak belakang dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat produksi dalam negeri.
Firman mempertanyakan urgensi impor dalam skala masif tersebut di tengah kapasitas produksi otomotif nasional yang saat ini masih mencukupi.
Menurutnya, BUMN seharusnya menjadi lokomotif penguatan industri dalam negeri, bukan justru membuka keran impor yang berisiko melemahkan ekosistem manufaktur lokal dan mengancam lapangan kerja bagi jutaan tenaga kerja Indonesia.
Baca Juga: Kapolri Tegaskan Komitmen Polri Dukung Kesejahteraan dan Kesehatan Buruh
“Jangan sampai pidato soal kemandirian industri hanya menjadi slogan. Kalau praktiknya justru membuka keran impor, publik berhak mempertanyakan konsistensi pemerintah,” tegas Firman Soebagyo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Politisi Partai Golkar ini mengingatkan bahwa industri otomotif memiliki rantai pasok yang sangat luas, mulai dari industri baja, komponen, hingga ribuan UMKM pendukung.
Dengan mengimpor kendaraan dalam bentuk CBU, nilai tambah ekonomi (multiplier effect) justru akan dinikmati oleh negara asal, bukan oleh pelaku usaha dan pekerja di tanah air.
Baca Juga: Diserang KKB, 26 WN China dan Karyawan Terjebak di Tambang Emas Nabire
Hal ini dianggap merugikan kepentingan ekonomi jangka panjang bangsa.
Selain dampak ekonomi, Firman juga menyoroti aspek transparansi dalam pengambilan keputusan tersebut.
Ia mendesak pemerintah untuk segera memaparkan dasar teknis dan alasan ekonomi di balik pemilihan impor dari India ketimbang menggunakan produk rakitan dalam negeri.
Jika tidak ada alasan yang mendesak dan rasional, ia meminta Presiden untuk segera mengevaluasi bahkan membatalkan rencana impor tersebut.
DPR RI memastikan akan melakukan pengawasan ketat terhadap rencana pengadaan kendaraan operasional untuk program Koperasi Desa Merah Putih ini.
Sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Firman menekankan bahwa negara harus hadir untuk melindungi industri nasional dan memastikan setiap keputusan strategis tetap mengutamakan kedaulatan ekonomi serta kesejahteraan tenaga kerja lokal. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Seleksi Ketat Atase: Tamatnya Era Pejabat Titipan? Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



