VOICE Indonesia
Nasional

53 Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan, Kementerian HAM Turun Tangan Usut Daycare Yogya

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Ruang bermain anak di sebuah daycare yang tertata dengan berbagai fasilitas edukatif, digunakan sebagai ilustrasi konteks dugaan kasus kekerasan terhadap anak tanpa menampilkan korban demi menjaga pri
Ilustrasi ruang daycare terkait dugaan kasus kekerasan terhadap anak di Yogyakarta.(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Dari pendataan awal, sedikitnya 53 anak terindikasi mengalami kekerasan dari total 103 anak yang dititipkan di fasilitas tersebut. Polisi sudah lebih dulu bertindak dengan menggerebek lokasi pada Jumat (24/4/2026), menyusul laporan kekerasan dan perlakuan diskriminatif terhadap anak-anak.

Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan timnya sudah turun ke lapangan pada hari yang sama setelah laporan diterima dan kini tinggal menunggu hasil pemeriksaan resmi.

"Hari itu juga saya perintahkan tim Kementerian HAM turun ke cek dan mereka sudah datangi, dan saya tinggal tunggu laporan masuk hari ini," tegas Pigai di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Hasil laporan dari Kantor Wilayah Jawa Tengah ditunggu sebagai dasar langkah lanjutan, baik dari sisi penegakan hukum maupun perbaikan sistem pengawasan daycare secara menyeluruh.

"Tinggal laporan dari Kantor Wilayah Jawa Tengah hari ini masuk dan kita akan sampaikan melalui rilis terkait dengan daycare," pungkas Pigai.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.