VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Eks anggota Tim Mawar Untung Budiharto ditetapkan pemegang saham menjadi Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menggantikan Achmad Ardianto yang baru menjabat beberapa bulan.
Untung Budiharto dikenal sebagai mantan prajurit TNI yang pernah bertugas dalam Tim Mawar, satuan intelijen Kopassus yang kontroversial pada era 1990-an. Pengalaman militernya kini akan diuji dalam mengelola salah satu BUMN strategis Indonesia di sektor pertambangan.
Perombakan tidak hanya terjadi di level direksi. Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Rauf Purnama juga diberhentikan dengan hormat terhitung sejak 28 Oktober 2025, posisinya kini diisi Irwandy Arif yang semula menjabat sebagai Komisaris.
Baca Juga:
Ironi Marsinah, Disandingkan Bersama Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Direktur Pengembangan Usaha Antam I Dewa Wirantaya menegaskan perubahan struktur pengurus ini sejalan dengan komitmen tata kelola perusahaan yang baik dan kepatuhan terhadap regulasi terbaru.
"Dengan dukungan pemegang saham, kami memiliki landasan yang lebih solid untuk memastikan kesinambungan strategi dan kinerja Perusahaan," ujarnya.
Baca Juga:
Meski Polemik, Prabowo Tetap Masukan Soeharto di Daftar Pahlawan Nasional
RUPSLB juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perusahaan sebagai penyesuaian terhadap Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara yang terakhir diubah dengan UU Nomor 16 Tahun 2025. Pelimpahan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menyetujui RKAP Tahun 2026 dan RJPP Periode 2026-2030 beserta perubahannya turut disepakati.
Dewan Komisaris dan Direksi Antam mengucapkan terima kasih atas dedikasi Rauf Purnama dan Achmad Ardianto selama menjabat. Namun hingga kini, tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan pasti pemberhentian keduanya dari posisi strategis perusahaan tambang BUMN ini.
Untung Budiharto kini memimpin jajaran Direksi bersama Ratih Dewihandajani Lindawardhani Amri sebagai Direktur SDM, I Bagus Sugata Dewa Wirantaya sebagai Direktur Pengembangan Usaha, Hartono sebagai Direktur Operasi dan Produksi, Handi Sutanto sebagai Direktur Komersial, dan Arianto Sabtonugroho Rudjito sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
Susunan Dewan Komisaris terdiri dari Irwandy Arif sebagai Komisaris Utama, Rudy Sufahriadi, Ridwan sebagai Komisaris Independen, M. Rudy Salahuddin Ramto, Elen Setiadi, dan Pius Lustrilanang sebagai Komisaris Independen.