VOICE Indonesia
Nasional

Australia: Banyak Potensi Kerja Sama dengan Indonesia Terkait EV

Afifah - VOICEIndonesia.co
Australia: Banyak Potensi Kerja Sama dengan Indonesia Terkait EV
Australia: Banyak Potensi Kerja Sama dengan Indonesia Terkait EV

VOICEIndonesia.co, Sydney, Australia - Menteri Industri dan Perdagangan New South Wales, Australia Anoulack Chanthivong menilai, banyak kesempatan dan potensi kerja sama dengan Indonesia terkait pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

"Banyak kesempatan (kerja sama terkait ekosistem kendaraan listrik). Pada pertemuan ASEAN-Australia Summit awal tahun ini, Perdana Menteri Australia mengumumkan dana 2 miliar dolar diinvestasikan pada bidang energi bersih di negara ASEAN," kata Anoulack di Sydney, Australia, Selasa (21/05/2024).

Menurut dia, ada banyak teknologi baru di negara bagian New South Wales (NSW) dan Australia, yang dapat membantu Indonesia mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil untuk kendaraan.

Dia mencontohkan Australia memiliki cadangan lithium yang besar dan juga nikel serta tembaga, digunakan untuk teknologi baterai kendaraan listrik

Menteri Anoulack juga menjelaskan bahwa Australia juga akan meningkatkan nilai dari sumber daya mineral tersebut yaitu dengan tidak hanyak mengekspor bahan mentah tapi juga mengolahnya dan mengembangkannya menjadi teknologi energi surya.

"Sementara itu untuk energi angin juga mulai mengalami peningkatan dan ada beberapa proyek besar di Timur New South Wales. Energi angin sudah digunakan sejak lama dan turbin angin bisa memberikan energi ke banyak rumah tangga," ujarnya.

Baca Juga: Jokowi Harap Tragedi Presiden Iran Tidak Terdampak pada Ekonomi Global

Dia menegaskan bahwa pemerintah NSW berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia sebagai bagian dari perjalanan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil untuk kendaraan.

Sebelumnya, Indonesia menegaskan komitmennya untuk mencapai nol emisi karbon dengan membuat peta jalan khususnya di sektor energi dalam melaksanakan transisi energi bersih.

Indonesia berkomitmen menyumbang pengurangan emisi sebesar 358 juta ton karbon (Co2) yang sebelumnya hanya ditargetkan sebesar 314 juta ton.

Sementara itu, Australia menargetkan nol emisi rumah kaca pada 2050. Australia juga menargetkan mengurangi emisi karbon di bawah 43 persen pada 2030.

Pemerintah Australia fokus membuat lingkungan yang baik khususnya di sektor publik. Teknologi solar akan menjadi sektor utama dan saat ini banyak rumah di Australia telah menggunakan solar panel.*

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.