
Beredar Dugaan WNA Kena Pungli, Kepala Imigrasi Tanjung Pinang Buka Suara

VOICEIndonesia.co,Tanjung Pinang - Dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum dari imigrasi ke Warga Negara Asing (WNA) yang sedang melakukan aktivitas di area Galang Batang, Bintan, Kepulauan Riau mencuat ke publik setelah beberapa WNA menjadi korban.
Berdasar informasi yang beredar, dugaan pungli terjadi saat ada pemeriksaan kepada warga negara asing yang bekerja di sejumlah perusahaan di Area Galang, Bintan oleh sejumlah petugas keimigrasian dan menemukan dua orang WNA yang ditengarai melanggar aturan keimigrasian yakni melakukan aktivitas di lingkungan proyek namun yang bersangkutan hanya memiliki visa kunjungan.
Baca Juga : Imigrasi RI – Kamboja Kerja Sama Berantas TPPO Hingga Kelola Perbatasan
Dua WNA yang diduga melakukan pelanggaran keimigrasian selanjutnya dibawa ke kantor imigrasi Kelas I Kota Tanjungpinang untuk kemudian dilakukan pemeriksaan lebih intensif, dugaan pungli dilakukan oleh sejumlah oknum petugas imigrasi saat pemeriksaan tersebut dengan meminta sejumlah uang kepada dua WNA tersebut.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Kota Tanjungpinang Adityo Agung Nugroho membantah dugaan pungli di kantornya dan mengaku baru mengetahui informasi dugaan pungli saat di temui tim VOICEIndonesia.co pada Kamis 14 maret 2024.
Baca Juga : Imigrasi Batam Deportasi WNA Jepang Buronan Interpol
"Ini sekarang saya cerita ini kasus yang empat,dari mulai yang dua sampe yang empat ,saya juga baru tahu tadi ya," kata Adityo saat di temui di kantor Imigrasi Kelas I Kota Tanjungpinang kamis (14/03/2024)
lebih lanjut, Adityo mengungkapkan bahwa sebelum tim dari VOICEIndonesia.co tiba di kantornya ada dari pihak-pihak yang menurutnya tidak memiliki hubungan dengan urusan keimigrasian untuk menyelesaikan masalah yang sama .
Baca Juga : UKK OKU Segera Diusulkan Menjadi Kantor Imigrasi Kelas III
"tadi pagi sudah ada yang datang, ini apa hubungannya sama permasalahan orang asing, kalo anda masih ada korelasinya sebagai kontrol sosial itu benar," ujar Adityo
Dengan nada yang lantang Adityo yang mengaku sebagai lebih senior dibanding kepala imigrasi lainya di Kepulauan Riau tersebut mempertanyakan siapa di balik perusahaan tersebut sehingga banyak orang yang menghubungi dia dengan perkara yang sama.
Baca Juga : Kepala BP2MI dengan Dirjen Imigrasi Beserta Auditor HRDK Soroti PMI Overstay
"Siapa orang itu,ini yang saya mau cari tahu jadi kalo anda niat mau bantu kita kasih tahu, saya kejar orang itu saya kejar itu, itu cara-cara di imigrasi sudah sakit ,saya ini senior ,sekepri ini saya senior Kepala kantor sampai kakanwil itu junior saya" pungkasnya.
Tim Jurnalis VOICEIndonesia.co pada Jumat 15 Maret 2024 mencoba menelusuri rumah kediaman dirut perusahaan yang dimaksud yang tidak jauh dari kantor Imigrasi namun tidak ada yang bisa di temui karna alasan itu Rumah pribadi,selanjutnya tim melanjutkan ke kantor yang bersangkutan namun setiba di lokasi yang bersangkutan sudah bertolak ke kota Batam.
Di hari yang sama Tim Jurnalis VOICEIndonesia.co mencoba menghubungi beberapa nomor telepon namun tidak ada respon apapun dan mencoba mendatangi lokasi tempat pabrik beroperasi namun tidak bisa memasuki area tersebut,dari pihak satuan keamanan juga tidak mengizinkan untuk masuk karna alasan keamanan.
Sampai berita ini di tayangkan Jurnalis VOICEIndonesia.co masih belum bisa mendapatkan jawaban apapun dari pihak perusahaan dan dua orang WNA yang diduga korban pungli tersebut.
Tim Jurnalis VOICEIndonesia.co masih terus mengembangkan informasi dari dugaan pungli kepada WNA yang terjadi di Tanjungpinang tersebut, termasuk mencoba melakukan penelusuran ke beberapa perusahaan yang diduga menjadi lokasi dua WNA terkait bekerja.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



