
BGN Klaim Motor untuk Distribusi MBG di Wilayah Sulit Dijangkau

VOICEINDONESIA.CO, Bogor – Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan kendaraan roda dua dinilai lebih efektif menjangkau lokasi penerima manfaat dibanding kendaraan besar, terutama di daerah dengan medan sulit.
“Motor, karena kita akan utamakan untuk daerah sulit medannya,” ujar Dadan usai meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Citaringgul, Kabupaten Bogor, Senin (11/5/2026).
Menurut dia, saat ini pemerintah telah menyiapkan sekitar 21.800 unit motor untuk menunjang distribusi makanan dari dapur MBG menuju sekolah maupun titik penerima manfaat lainnya.
“Karena motornya 21.800-an, sementara SPPG yang sudah kita bangun itu 28 ribuan lebih. Jadi, kita fokuskan di daerah-daerah,” katanya.
Dadan menjelaskan sistem distribusi makanan di sejumlah wilayah masih dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan. Di beberapa lokasi, kendaraan pengangkut hanya dapat berhenti di titik tertentu sebelum makanan diteruskan menggunakan gerobak menuju sekolah penerima.
“Sementara mobilnya itu sampai depan. Dari depan sampai sini menggunakan gerobak, saya kira bisa dilakukan karena tidak terlalu jauh,” ujarnya.
Ia menambahkan wilayah pedesaan di Kabupaten Bogor, termasuk kawasan Bogor Selatan, menjadi salah satu fokus penguatan distribusi MBG karena masih terdapat akses jalan yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.
Saat ini, kata Dadan, terdapat sekitar 28.390 SPPG yang telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia dan melayani sekitar 62 juta penerima manfaat program MBG.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



