
BGN Wajibkan Standar Keamanan Pangan Tinggi di Dapur SPPG

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menerapkan standar keamanan pangan tinggi guna menjamin kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini mencakup penguatan seluruh tahapan operasional, mulai dari pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian makanan di lapangan.
Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan BGN, Brigjen (Purn) Suardi Samiran, menegaskan bahwa kualitas makanan tidak hanya bergantung pada bahan baku, tetapi juga pada prosedur higiene yang ketat.
Baca Juga: Pemerintah Terus Monitor Nasib 3 ABK yang Hilang di Selat Hormuz
Sebagai langkah konkret, BGN menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) serentak di delapan wilayah pada 7-8 Maret 2026 untuk memperkuat kapasitas para penjamah makanan.
"Standar keamanan pangan harus diterapkan secara menyeluruh dalam setiap tahapan operasional dapur SPPG," ujar Suardi di Jakarta, Senin (9/3).
Kegiatan pelatihan tersebut melibatkan 500 peserta setiap harinya yang terdiri dari kepala SPPG, pengawas gizi, juru masak, hingga asisten lapangan.
Fokus utama bimtek ini adalah mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bentuk pertanggungjawaban publik dalam menyediakan makanan yang aman dan sehat.
Baca Juga: Terbukti Selundupkan 2 Ton Sabu, 3 ABK di Batam Divonis Seumur Hidup
Lokasi pelatihan tersebar di delapan Kantor Koordinasi Program Pemenuhan Gizi (KPPG), meliputi wilayah Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Sleman, Surabaya, dan Jember.
Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan seluruh petugas memiliki keterampilan dan kesadaran tinggi dalam menjalankan tugasnya.
Sementara itu, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II, Dr. Nurjaeni, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan awal dari mekanisme pendampingan berkelanjutan.
Koordinasi lintas pihak diharapkan dapat memastikan standar higiene diterapkan secara konsisten, sehingga program MBG memberikan manfaat optimal bagi kesehatan masyarakat melalui pangan yang berkualitas. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Seleksi Ketat Atase: Tamatnya Era Pejabat Titipan? Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



