VOICE Indonesia
Nasional

BP2MI Soroti Pentingnya Kemitraan Dukung Penempatan PMI Perawat

Afifah - VOICEIndonesia.co
BP2MI Soroti Pentingnya Kemitraan Dukung Penempatan PMI Perawat
BP2MI Soroti Pentingnya Kemitraan Dukung Penempatan PMI Perawat

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyoroti pentingnya kemitraan untuk mendukung pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) yang terampil, termasuk tenaga perawat yang banyak dibutuhkan di luar negeri.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, 1 Februari 2024 Deputi Penempatan Asia Afrika BP2MI Lasro Simbolon mengatakan Indonesia telah lama mengirimkan tenaga perawat bekerja di luar negeri, meskipun jumlahnya belum mencukupi karena beberapa isu seperti sertifikasi, keahlian dan kemampuan bahasa.

"Kemitraan seperti ini diharapkan bisa meningkatkan kompetensi para lulusan keperawatan di Indonesia sehingga bisa bersaing secara global," ujar Lasro dalam peluncuran CGFNS Global Passport Vault (GPVault) dan International Standards for Professional Nurses (ISPN).

Dilansir dari ANTARA, Lasro menambahkan bahwa transformasi sumber daya manusia diperlukan terutama untuk memastikan tenaga kerja Indonesia di sektor keperawatan memiliki jaringan, profesionalitas, keahlian dan etos kerja yang bisa bersaing secara global. Karena terdapat peluang global yang dapat perawat manfaatkan untuk meningkatkan karier keperawatan.

Baca Juga: KBRI Khartoun Pulangkan WNI Yang Terdampak Konflik di Sudan

Dalam acara yang berlangsung pada Selasa, 30 Janurari 2024, Direktur Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anna Kurniati menyampaikan pemerintah sudah menyiapkan kebijakan yang bertujuan mendorong mobilitas keperawatan. Termasuk adanya platform bagi tenaga kesehatan untuk berjejaring secara internasional.

Menurut Anna, 5.391 Perawat telah ditempatkan di lebih dari 12 negara pada 2019-2023.

Isu yang paling banyak dihadapi dalam penempatan itu, termasuk penguasaan bahasa asing, pemahaman tentang posisi pekerjaan, pengetahuan terkait negara tujuan dan adaptasi budaya.

Untuk mendukung kemitraan tersebut, GPVault, ITC dan CGFNS telah bermitra dengan 14 perguruan tinggi nasional termasuk Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Syiah Kuala, UPN Veteran Jakarta dan Politeknik Kesehatan Kemenkes.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#BP2MI#perawat#PMI
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.