
BPJPH Tegaskan Penerapan Standar Halal dalam Penyediaan MBG

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menegaskan pentingnya penerapan standar halal dalam setiap proses penyediaan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami ingin memastikan bahwa semua dapur MBG menjaga standar halal yang tinggi,” ujar Haikal di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, ia mengatakan hal tersebut penting mengingat makanan bagi anak-anak sekolah yang sedang berada dalam masa pertumbuhan.
Baca Juga: Program MBG Telah Jangkau 12.516 Siswa di Bojonegoro
Ia menambahkan, produk-produk seperti susu dan bahan makanan lain harus dipastikan kehalalannya, sebagai bentuk perlindungan dan kepastian bagi para penerima manfaat.
“Makanan yang halal dan baik (thayyib) akan memberi dampak positif pada tumbuh kembang dan konsentrasi belajar anak-anak,” kata Haikal.
Adapun BPJPH juga telah melakukan peninjauan proses penyediaan menu-menu MBG, termasuk salah satunya di dapur milik Yayasan Salman Peduli Berkarya di kawasan Era Mas 2000, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Dapur ini merupakan salah satu mitra penyedia MBG bagi siswa-siswi SDN Pulogebang 06 dan 07.
Baca Juga: Mensos Sebut 280 Kabupaten/Kota Usulkan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat
BPJPH menyaksikan secara langsung proses pengolahan hingga pendistribusian makanan ke kelas-kelas, sekaligus memastikan bahwa makanan dimasak dari bahan-bahan yang halal dan berkualitas.
“Saya sangat kagum. Dapur ini bersih, aman, dan menunya lengkap, mengandung karbohidrat, protein, sayuran, susu, hingga vitamin. Makanan yang disiapkan tidak hanya bergizi tapi juga halal,” ujar Haikal.
Di sisi lain, Ketua Yayasan Salman Peduli Berkarya, Nofalia Heikal, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan BPJPH terhadap upaya yang dilakukan yayasan dalam menyediakan makanan sehat dan halal bagi anak-anak sekolah.
Kepala SDN Pulogebang 07, Catharina Yenny, menyebutkan bahwa sebanyak 550 siswa di sekolahnya mendapatkan makanan bergizi gratis setiap hari.
Makanan dibagikan dua kali dalam sehari, sebelum kelas pagi dimulai pukul 09.00 dan sebelum kelas siang pukul 12.00.
“Kami mengapresiasi program ini karena anak-anak senang, dan mereka jadi lebih fokus saat belajar." ujarnya.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



