
Brantas Sampah, Pemerintah Janji Bangun 34 Proyek Energi dari Limbah

VOICEINDONESIA.CO, Bogor - Presiden Prabowo Subianto mencanangkan "Gerakan Indonesia ASRI" (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai respons atas ancaman krisis sampah nasional.
Presiden memperingatkan bahwa hampir seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity) paling lambat pada tahun 2028 jika tidak ada langkah ekstrem yang diambil.
Dalam taklimatnya pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC Bogor, Senin (2/2/2026), Presiden menekankan bahwa persoalan sampah adalah bencana dan sumber penyakit yang menghambat pertumbuhan sektor pariwisata.
Baca Juga: UU HAM Perlu Diganti Total, Ini AlasannyaSebagai solusi teknologi, pemerintah akan memulai pembangunan 34 proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) di 34 kota mulai tahun ini.
"Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita segera mulai 34 proyek ini. Begitu ada anggaran, kita arahkan ke sini. Bagaimana kita mau harapkan pariwisata kalau lingkungan kita kotor?" ujar Presiden Prabowo.
Selain pendekatan teknologi, Presiden menginstruksikan seluruh instansi pemerintah untuk memimpin budaya "korve" atau kerja bakti massal.
Baca Juga: 12 Juta Kampung Nelayan Bakal DimodernisasiBeliau menyarankan agar sekolah-sekolah menyisihkan waktu 15 hingga 30 menit setiap pagi untuk membersihkan lingkungan sekitar.
Menurutnya, gerakan masif yang melibatkan jutaan orang akan memberikan dampak cepat bagi kebersihan nasional.
Tak hanya soal kebersihan, Presiden Prabowo juga memperkenalkan gagasan proyek "gentengisasi".
Ia mengkritik penggunaan atap seng yang membuat pemukiman terasa panas dan tampak berkarat, yang dianggapnya sebagai lambang degenerasi bangsa.
Presiden berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, pemukiman di Indonesia dapat tertata lebih estetis dengan atap yang layak.
"Indonesia bangkit harus indah. Karat bukan lambang kebangkitan. Kita ingin rakyat kita bahagia tinggal di lingkungan yang bersih dan tertata," tandasnya.
Presiden meminta sinergitas penuh antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan proyek pengolahan sampah dan perbaikan estetika pemukiman ini berjalan selaras demi mencapai target Indonesia ASRI. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Berhenti Memanjakan Scammer, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



